Mengontrol Anak Tanpa Melihat

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Dalam pertemuan rutin ibu-ibu kompleks perumahan, ada bintang tamu senior yang bercerita tentang parenting. Dengan contoh kasus anaknya sendiri pada masa lalu, ia membahas cara mengendalikan anak lewat teknik sugesti.

“Anak usia di bawah usia enam atau tujuh tahun dapat dengan mudah diyakinkan bahwa kita tahu apa yang dia lakukan meskipun kita tidak melihatnya,” begitu penegasan Bu Bintang Tamu saat memberikan ceramahnya.

“Misalnya, ketika anak sedang melakukan sesuatu, berpura-puralah tidak melihatnya atau ambil posisi membelakangi dia. Tapi sebelunya katakan pada anak bahwa kita dapat melihat dia dengan sangat baik tanpa perlu  menengok ke belakang. Katakan juga kita tahu persis apa yang dia lakukan. Nah, si anak pasti percaya. Dengan cara ini, anak akan berusaha untuk bersikap baik meski kita tidak tahu atau tidak ada,” begitu penjelasannya.

………….

Pembaca yang budiman, saran dari Bu Bintang Tamu itu memang berdasarkan pengalaman empiris dia sendiri. Selain itu, sejumlah psychological hack juga menyarankan demikian. Tapi, kita tidak bisa menggeneralisir semua anak akan bersikap begitu. Tergantung kondisinya.

Bisa jadi, Bu Bintang Tamu menjelaskan dalam konteks ucapan orang tua sebagai ungkapan kasih sayang dan dorongan moral daripada sekadar klaim fakta harfiah. Anak di bawah 6 tahun masih dalam tahap perkembangan kognitif dan mungkin belum sepenuhnya memahami konsep objektivitas dan persepsi orang lain. Jadi, ia cukup patuh pada orang tua.

Secara logis, tidak mungkin orang tua mengetahui secara langsung apa yang dilakukan anak saat berada di belakang mereka atau saat mereka tidak melihatnya. Kalau mau benar-benar tahu, orang tua mungkin saja memantau aktivitas anak lewat CCTV sehingga dapat memiliki pemahaman akurat tentang apa yang terjadi meski tidak berada dekat anak.

Namun, orang tua yang peduli tentu sangat mengenali perilaku dan kebiasaan anak sehingga bisa membuat perkiraan atau prediksi tentang apa yang mungkin si anak lakukan. Orang tua seolah memiliki mata batin. Maka, orang tua bisa memberi sugesti bahwa mereka bisa mengetahui apa anak lakukan.

Orang tua sering menggunakan sugesti semacam ini pada anak sebagai alat untuk mengajarkan moral, nilai-nilai, dan perilaku baik yang diinginkan. Dengan mengklaim dapat mengetahui apa yang anak lakukan, maka orang tua dapat menciptakan rasa akuntabilitas dan kesadaran pada si anak.

Yang penting, penggunaan sugesti semacam ini bertujuan baik dan tidak menyesatkan anak. Orang tua perlu memastikan anak memahami bahwa kemampuan mereka untuk mengetahui apa yang anak lakukan itu adalah dalam konteks kasih sayang dan perhatian, bukan kekuatan magis atau supranatural.

Nanti, saat usia anak bertambah dan kemampuan kognitifnya meningkat, ia akan mengerti juga apa yang dimaksud orang tuanya dengan ‘bisa mengetahui tanpa melihat’ tersebut.

Facebook Comments

Comments are closed.