mepnews.id – Universitas Jember menjajaki kerja sama dengan University of California (UC) Davis, Amerika Serikat, dalam pengembangan riset kopi. Jalinan kerja sama ini dirintis melalui kegiatan International Focus Group Discussion on Collaboration in Academic, Research and Community Development yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember pada 8-9 Juni 2023.
FGD yang membahas riset kopi ini dilaksanakan di aula lantai 3 gedung rektorat dr R. Achmad. Ini bagian dari rencana pembentukan konsorsium riset kopi yang digagas Kemdikbudristek bersama UC Davis dengan melibatkan Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Syiah Kuala, Universitas Jember, Universitas Lampung, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Brawijaya.
UC Davis diwakili tiga dosen; Prof William Ristenpart dan Prof Tonya Kuhl guru besar teknik kimia dan Irwin Donis Gonzalez pakar biologi dan teknik pertanian. Prof Ristenpart memaparkan sejak 2013 melakukan penelitian tentang kopi bersama kolega. Penelitian ini mewujud dalam pusat penelitian kopi di kampus UC Davis Amerika Serikat.
“Pada 2016 saya menemukan Peet’s Coffee di dekat kampus yang menyajikan kopi enak. Ternyata bahan bakunya kopi dari Indonesia. Maka timbul keinginan untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia, terutama yang telah melakukan riset mengenai kopi. Jember dan sekitarnya merupakan daerah penghasil kopi berkualitas tinggi,” ujar William Ristenpart yang bersama rekan sudah mengunjungi IPB dan Universitas Lampung.
Dalam sambutan selamat datang, Wakil Rektor III Universitas Jember Prof Bambang Kuswandi memaparkan kampusnya memiliki rekam jejak penelitian kopi dengan keberhasilan membina petani di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo melalui Koperasi Petani Kopi KETAKASI. Yang terbaru, pendirian Sekolah Kopi RAISA (Raung Ijen Sumberwringin Agropolitan) di Desa Rejo Agung Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso pada 2022.
“Jember cocok untuk penelitian kopi. Wilayah Jember dan sekitarnya penghasil kopi unggul seperti kopi Java Ijen. Juga ada Universitas Jember yang fokus pada pengembangan pertanian perkebunan, didukung Pusat Penelitian Kopi dan Kakao,” tutur Prof. Bambang.
Hadir dalam acara ini para dosen peneliti dari Universitas Jember, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao serta perwakilan dari PDP Kahyangan Jember. Juga hadir Direktur Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek Prof M. Faiz Syuaib.
“Rencana pembentukan konsorsium riset kopi ini kesempatan langka yang harus dimanfaatkan untuk membangun kemajuan industri kopi Indonesia. Konsorsium riset kopi bisa menjadi wahana saling bertukar informasi dan riset bersama antar peneliti maupun pelaku industri. UC Davis Amerika Serikat memiliki data dan teknologi, namun kita yang punya produk kopi,” ungkap Prof Bambang.
Para peneliti dari UC Davis juga mengunjungi fasilitas Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember. Di hari kedua, mereka diajak ke kampus Universitas Jember di Bondowoso dan Sekolah Kopi RAISA di Desa Rejo Agung yang dibina Universitas Jember.
Menurut Ketua LP2M, Prof Yuli Witono, para peneliti UC Davis mendapatkan penjelasan dan melihat dari dekat aktivitas petani dalam mengolah kopi dari proses tanam hingga siap dikonsumsi. Menurutnya, salah satu topik diskusi yang mengemuka adalah bagaimana menciptakan teknologi pemrosesan kopi yang baik namun mudah diakses dan dipraktikkan petani kopi. (dil/iim)


