Membantu Anak Belajar di Lingkungan Rumah yang Bising

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Seorang ibu curhat di tempat kerja saya tentang anaknya yang susah belajar di rumah sehingga performa di sekolah kurang bagus. Rumahnya ada di pinggir pasar sore yang akif sejak siang hingga malam hari. Tepatnya, di pinggir tempat bongkar pasang.

“Anak-anak lebih senang belajar di sekolah karena tidak bising. Tapi, sekolah kan ada jam tutupnya. Kalau sekolah tutup anak-anak pulang. Di rumah, mereka menemui suasana yang bising. Setiap saat ada suara deru kendaraan yang bongkar sayur. Ada orang teriak-teriak. Pokoknya, bising deh,” keluh ibu itu.

“Bu, sudah coba membuat ruang khusus belajar yang kedap suara?” saya memberi saran.

“Biayanya sampai berapa, Bu?”

“Atau, belajar pakai headphone yang lebih murah?”

………….

Pembaca yang budiman, salah satu masalah belajar pada anak kecil adalah kesulitan konsentrasi. Bukan karena kapasitas intelektual internal, tapi karena kondisi lingkungan. Dalam kasus ibu yang durhati di atas, kondisinya adalah kebisingan karena dekat pasar.

Pada umumnya, setiap individu bisa beradaptasi dengan lingkungan jika kondisinya sudah berlangsung lama. Anda pasar sore itu sudah ada sejak sebelum kelahiran anak-anak ibu itu, sangat mungkin mereka sudah bisa beradaptasi. Tapi, keluarga ini butuh saran untuk beradaptasi.

Untuk membantu anak bisa fokus belajar lebih baik di lingkungan bising, kita perlu membantu menciptakan lingkungan belajar yang tenang. Ciptakan ruang belajar yang tenang. Di dalam rumah, cari tempat yang paling jauh dari kebisingan. Di situ, siapkan fasilitas untuk belajar anak.

Untuk membuat ruang kedap suara, tentu butuh upaya khusus. Misalnya, dibuat tembok sekeliling yang dilengkapi fasilitas listrik untuk pencahayaan dan pengaturan udara. Jika terlalu mahal atau tidak memungkinkan, manfaatkan paper egg tray (karton wadah telur). Tempelkan itu di seluruh permukaan dinding tempat anak mau belajar. Jika ada ruang masih terbuka, tutup dengan papan tripleks dengan paper egg tray juga. Jika terpaksa, tutup dengan gordin tebal. Ruang ini sudah cukup meredam sebagian kebisingan.

Jika tidak memungkinkan membuat ruang kedap suara, cobalah menggunakan alat bantu suara seperti headphone atau earplug. Alat ini dapat mengurangi suara latar belakang yang mengganggu, sehingga anak dapat lebih fokus belajar atau mengerjakan tugas. Sisi baik lainnya, materi pelajaran bisa direkam secara audio dan lebih jelas didengarkan dengan headphone.

Penyediaan ruang kedap suara dan alat bantu telinga ini tentu juga punya kelemahan. Karena suara diblokir, anak jadi tidak dapat memperhatikan atau merespon hampir semua suara dari luar. Jika ada kondisi darurat di luar, anak bisa tidak menyadari.

Dengan menciptakan lingkungan belajar yang tenang, anak lebih mudah berkonsentrasi dan fokus pada tugas belajar sehingga bisa memperoleh pengetahuan lebih efektif dan efisien. Membuat lingkungan yang tenang sangat penting untuk membantu anak lebih konsentrasi belajar.

 

Facebook Comments

Comments are closed.