Tips Mengelola THR

mepnews.id – Sudah dapat uang tunjangan hari raya (THR), kan? Semoga sudah. Jika sudah, tentu ada perasaan senang dapat uang lebih. Tapi, jangan lupa daratan. Langsung belanja-belanji asal-asalan.

Prof Rudi Purwono

Prof Dr Rudi Purwono, Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, mengatakan kebahagiaan dapat uang itu terkadang dapat membuat orang belanja tanpa memperhatikan kondisi keuangan untuk hari depan. “Jangan sampai uangnya habis dibelanjakan.”

Dengan penawaran jenis barang maupun jasa yang sangat beragam, promosi menarik, dan kemudahan akses pembelian secara online, kadang konsumen memutuskan belanja kebutuhan konsumsi secara berlebih.

Pesan Prof Rudi, sebisa mungkin kita harus dapat mengatur belanja sesuai dengan kebutuhan dan bukan menuruti keinginan. “Kita harus atur berapa uang yang kita dapatkan dipergunakan untuk belanja. Kalau memenuhi keinginan, semua barang atau jasa bisa dibeli, maka tidak ada puasnya,” ungkap Prof Rudi.

Salah satu cara mengendalikan belanja adalah dengan membuat daftar kebutuhan.

Untuk investasi

Secara teori, konsumsi itu tergantung dari pendapatan yang diperoleh. Jika pendapatan naik, maka konsumsi juga naik. Namun, jika pendapatan sudah tinggi, maka tambahan income tidak mendorong tambahan konsumsi.

“Kondisi ini terkait saat individu sudah mempunyai income yang tinggi maka MPC (marginal propensity to consume, red) menurun. Sehingga mempunyai kemampuan untuk menabung yang tinggi,” ujar Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana itu.

Maka, uang harus diatur penggunaannya karena penggunaan uang terkait dengan besarnya uang yang kita pegang. Harus ada pembagian jelas dalam memenuhi kebutuhan (konsumsi), dana darurat, tabungan, dan bahkan untuk investasi. Semakin tinggi income kita maka peluang untuk berinvestasi sangat tinggi.

“Pilihan investasi sangat beraneka ragam, baik investasi di sektor keuangan maupun di sektor riil. Saat ini sudah banyak pelatihan terkait pilihan investasi tersebut,” jelasnya.

Prof Rudi berharap dari investasi yang dilakukan akan berdiri usaha baru. Jadi, selain mendorong pertumbuhan ekonomi, juga membuka kesempatan kerja baru. Namun, pelajari terlebih dahulu investasi dengan cermat. Dengan cara mengikuti pelatihan dan belajar dari yang sudah berpengalaman. Sehingga investasi memberikan manfaat bagi investor dan manfaat bagi orang lain dalam bentuk kesempatan kerja baru dan mendorong perekonomian.

Agar pengeluaran terjaga, Prof Rudi menyarankan remaja mengatur keuangan dan pengeluaran dengan memegang prinsip minimal pengeluaran sama dengan income. Kemudian, secara bertahap, seiring kenaikan income, maka mulai rencana untuk bisa menabung.

“Mengapa harus punya tabungan? Kondisi ke depan banyak hal yang tidak terduga pada diri kita. Bisa jadi masalah kesehatan dan ketidakpastian ekonomi dan bisnis,” tutupnya. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.