MEPNEWS.ID – Suasana bulan suci Ramadhan semakin terasa, dengan ditandai padatnya makam yang didatangi oleh para peziarah.
Selain acara mudik, ziarah merupakan salah satu bagian dari ritual keagamaan yang menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat.
Dalam Islam, ziarah kubur sudah banyak dilakukan sejak zaman nabi, dan faktanya sampai sekarangpun ziarah kubur dilaksanakan.
Ziarah kubur dimaksudkan untuk meningkatkan kita akan kematian. Ziarah kubur diperbolehkan selama tidak ada unsur kemusyirkan dan kesyirikan di dalamnya.
Ziarah kubur sebelum meyambut bulan suci Ramadhan dilakukan untuk memaknai bahwa tidak ada kehidupan yang kekal di dunia ini.
Pada tgl 21 Maret 2023 Kelurahan Plosokerep mengadakan acara ziatah kubur warga dipimpin oleh lurah Desa Plosokerep, Sananwetan, Kota Blitar.
Tradisi ziarah kubur yang biasanya dilakukan menjelang bulan Ramadhan, kenyataannya masih berlanjut hingga saat ini.
Keberlanjutan tradisi ini tentunya didukung oleh perangkat desa tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.
Masyarakat yang datang kemudian berkumpul di makam keluarganya. Setelah itu acara ziarah dimulai dengan pembacaan sholawat, pembacaan tahlil, dan ditutup dengan doa.
Acara ziarah kubur yang diadakan di Kelurahan Plosokerep didatangi oleh Lurah Plosokerep dan perangkat kelurahan yang lainnya.
“Semoga acara ini bisa diadakan secara rutin dan terus terlaksana,” ujar Lurah Plosokerep, Reyza Pahlevy Genda kepada Pinkan mahasiswa UPN Surabaya dalam rilisnya, Jumat (24/3/2023).
Kelompok 34 KKNT MBKM UPN Surabaya ditunjuk oleh kelurahan untuk menjadi panitia di acara ziarah kubur tersebut.
Para mahasiswa mempersiapkan acara ziarah makam seperti memasang banner, memasang tikar, mengarahkan warga ketika melakukan ziarah makam, dan melakukan dokumentasi. (*/tim)


