mepnews.id – Sudah tahu kayu manis, bukan? Biasanya ini digunakan untuk bahan aromatik kue dan hidangan lainnya. Asalnya dari kulit kayu bagian dalam pohon Cinnamomum yang bisa ditemukan di hutan hujan tropik wilayah kita. Selain rasanya yang unik, kayu manis memiliki khasiat lain yang bermanfaat bagi manusia.
Ada penelitian yang menunjukkan kayu manis memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, antikanker, serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa karya ilmiah lain juga menunjukkan senyawa bioaktifnya meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.
Tim peneliti di Birjand University of Medical Sciences di Iran mengkaji beberapa studi sebelumnya yang mengeksplorasi efek kayu manis pada fungsi kognitif. Analisis mereka, yang diuraikan dalam Nutritional Neuroscience, mengungkap potensi kayu manis untuk mencegah atau mengurangi gangguan memori atau gangguan belajar.
Para peneliti meninjau 2600 studi yang disimpan di beberapa database penelitian online, termasuk PubMed, Scopus, Google Scholar, dan Web of Science, pada September 2021. Mereka mempersempit menjadi 40 studi paling relevan dengan topik yang mereka garap untuk dimasukkan dalam tinjauan sistematis. Di antara 40 studi, 33 dilakukan in vivo (yaitu, memeriksa organisme hidup seperti manusia, hewan pengerat, atau hewan lainnya). Lima dilakukan secara in vitro (yaitu, di luar organisme hidup, misalnya dengan menganalisis sel atau jaringan post-mortem), dan dua studi klinis (yaitu, dengan pasien medis).
Para peneliti mengekstraksi data yang relevan dengan penelitian, termasuk penulisnya, tahun publikasi, senyawa atau jenis kayu manis yang digunakan, populasi penelitian dan ukuran sampel, dosis kayu manis atau komponen bioaktifnya yang digunakan, jenis kelamin dan usia peserta, durasi dan metode, konsumsi, dan hasil yang diperoleh. Mereka kemudian menilai kualitas dan keandalan studi dengan melihat desain, ukuran sampel, kriteria inklusi, dan aspek metodologis lainnya. Terakhir, mereka menganalisis dan membandingkan hasil dari 40 artikel relevan yang mereka pilih.
Secara keseluruhan, sebagian besar penelitian yang mereka lihat menunjukkan kayu manis dapat berdampak positif pada memori dan fungsi kognitif. “Studi in vivo menunjukkan kayu manis atau komponennya, seperti eugenol, cinnamaldehyde, dan asam cinnamic, dapat mengubah fungsi kognitif secara positif. Studi in vitro juga menunjukkan menambahkan kayu manis atau cinnamaldehyde ke media sel dapat mengurangi agregasi tau, Amyloid β, dan meningkatkan viabilitas sel,” tulis Samaneh Nakhaee, Alireza Kooshki dan rekan-rekan dalam makalah mereka.
“Sebagian besar penelitian melaporkan kayu manis mungkin bermanfaat untuk mencegah dan mengurangi gangguan fungsi kognitif. Ini dapat digunakan sebagai adjuvant dalam pengobatan penyakit terkait. Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan mengenai hal ini.”
Secara keseluruhan, makalah tinjauan sistematis ini menunjukkan kayu manis dan beberapa komponen aktifnya memiliki efek positif pada fungsi otak manusia, meningkatkan daya ingat dan pembelajaran.
Di masa mendatang, ulasan ini dapat menginspirasi tim peneliti lain untuk meneliti lebih lanjut dampak kayu manis pada otak. Hasilnya berpotensi mempromosikan penggunaannya untuk menjaga fungsi otak dan memperlambat kerusakan kognitif.


