mepnews.id – Salah satu manfaat kuliah di luar negeri adalah lebih memahami makna toleransi dan menerima hal yang berbeda. Bukan hanya bertukar ilmu, tapi juga bertukar budaya.
Hal tersebut disampaikan Fasha Tiara Meilena, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang meraih beasiswa program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).
Feya, sapaan akrabnya, ke Inggris untuk menjalani perkuliahan satu semester di University of Liverpool. Semua berawal dari rasa penasaran menimba ilmu di negeri orang. Apalagi dengan kemudahan dan akses infromasi program beasiswa yang diberi kampus UMM.
“Awal kuliah, aku mampir ke International Relation Office (IRO) dan bertanya mengenai kesempatan beasiswa. Alhamdulillah, IRO UMM menjelaskan banyak hal. Salah satunya IISMA program dari Kemendikbud,” katanya dikutip situs resmi umm.ac.id.
Feya ke Liverpool untuk kuliah pada September 2022 hingga Januari 2023. Ia mengikuti sistem perkuliahan dengan modul. Yang diambil modul Media Self Society, Music in Context: Why Music Matters dan Deviance Youth and Culture.
Feya meraskan perbedaan yang ia alami di Inggris. Tentang kurikulum perkuliahan, di Indonesia lebih mengedepankan praktek, di Liverpool lebih memberikan pada teori. Maka, tiap minggu ia harus membaca dua jurnal rata-rata 50 lembar. Penilaian melalui kualitas essay, bacaan jurnal dan buku.
“Di sana semua harus baca jurnal. Setiap minggu, saya diberi bacaan wajib oleh dosen. Itu yang bikin aku agak kesulitan. Mau tidak mau harus fokus baca,” ungkap perempuan asal Probolinggo itu.
Ia juga merasa makanan di Inggris kebanyakan hambar, sekalipun di restoran Asia. Maka, Feya lebih memilih masak sendiri dibanding beli di luar. Selama di Inggris, dia juga membawa bumbu khas dari Indonesia.
“Cuaca juga jadi masalah. Saya sering kedinginan dan harus mengenakan pakaian berlapis-lapis,” katanya.
Ada pengalaman menarik, yakni ia ikut pengenalan budaya masing-masing negara bersama teman-teman internasional lain. Ia mengenalkan budaya Indonesia, salah satunya tari kecak.
“Alhamdulillah, semua lancar. Saya mendapat banyak pengalaman dan pelajaran selama di Liverpool. Beruntung, UMM sangat terbuka dan mendorong mahasiswanya berkontribusi dan mendapat banyak ilmu,” ujarnya. (ros)


