Geger Bayi Minum Kopi Susu Sachet, Presiden Jokowi Tak ingin Kasus ini Terulang Lagi

MEPNEWS.ID – Kasus seorang bayi disuapi sang ibu menyuapi bayinya dengan kopi susu sachet atau kemasan membuat geger dunia maya, hingga mendapatkan tanggapan dari Presiden.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar penyuluhan dan pendampingan ibu hamil dan orangtua yang memiliki bayi harus terus dilakukan.

Bahkan Presiden Jokowi mengingatkan tak ingin kasus bayi meminum kopi susu sachetan tak terulang lagi

Diketahui kasus bayi minum kopi susu sachetan itu terjadi di Kabupaten Gowo, Sulawesi Selatan oleh ibunya YS (23).

Karena kasus itu viral dimedia sosial, kemudian Polres Gowa bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemkab Gowa membawa YS untuk mendampingi psikologi.

Sedangkan bayinya bersama sang ibu menjalani pemeriksaan kesehatan.

Tindakan itu mendapat reaksi dari Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa tindakan orangtua itu karena berfikir kopi sachet memiliki kandungan susu untuk asupan sang bayi.

Jika penyuluhan dan pendampingan dijalankan dengan baik pasti sang ibu mengerti ginjal, jantung dan lambung bayi belum kuat untuk minuman kopi susu sachetan.

Oleh sebab itu menurut Presiden Jokowi yang namanya penyuluhan, penyuluhan itu penting untuk kesehatan bayi.

“Oleh sebab itu sekali lagi yang namanya penyuluhan, penyuluhan, penyuluhan itu penting,” kata Presiden dalam pembukaan Rakernas program Banggakencana dan penurunan stunting di BKKBN Halim Pedana Kusuma, Rabu (25/1/2023).

Presiden juga mengapresiasi langkah cepat polisi untuk memberi pendampingan kepada ibu yang memberikan bayi susu sachet itu.

Presiden mengatakan seharusnya yang bertindak bukan Polisi tapi kader Posyandu yang selalu memberikan penyuluhan kesehatan di masyarakat.

“Yang saya baca polisi menemui orang tua bayi, tapi seharusnya yang benar mestinya kader posyandu, kader dari BKKBN yang datang ke sana,” kata Presiden.

Lebih lanjut Presiden Jokowi juga mengingatkan jumlah penduduk menjadi sebuah kekuatan ekonomi bagi sebuah negara.

Namun yang terpenting kualitas dari SDM yang dimiliki. Salah satunya masalah kualitas SDM ke depan adalah stunting.

Di tahun 2014, angka kasus stunting di Indonesia mencapai 37 persen. Dengan kerja keras masuk tahun 2022 angkanya turun menjadi 21,6 persen.

Presiden Jokowi telah menargetkan kasus stunting di 2024 turun lagi menjadi 14 persen. Untuk itu sedari awal ibu hamil dan bayi harus diberi protein yang memadai.

Namun jangan juga mengambil cara mudah dengan memberikan biskuit kepada ibu hamil dan ibu menyusui dan anak.

“Saya tahu, lelangnya gampang. Kalau telur, ikan ini kan gampang busuk, gampang rusak telur. Ini mudah, cari mudahnya saja. Jangan dilakukan lagi, sudah. Kalau anaknya, bayinya harus diberikan telur ya telur, berikan ikan ya ikan,” ujar Jokowi.

“Sekali lagi kembali ke target 14 persen itu bukan sesuatu yang menurut saya setelah kita lihat di lapangan, bukan target yang sulit, hanya kita mau atau tidak mau,” ujar Jokowi. (*/kompas.tv)

Facebook Comments

Comments are closed.