ITS Turut Kembangkan dan Uji Roket Pertahanan

mepnews.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ambil peran dalam perkembangan inovasi Indonesia, yakni dalam pengembangan serta uji statis roket bernama R-Han 450 dan uji terbang RX200-TC di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (BUTPAAG-LAPAN), Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pengujian roket pertahanan dan eksperimental ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas beberapa bagian roket yang dikembangkan sebelumnya. Pengujian dilaksanakan bersama tim gabungan Puslitbang Alpahan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, PT Dahana, Pusat Riset Teknologi Roket Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA).

Dr Widyastuti SSi MSi, Wakil Ketua Pusat Penelitian Internet of Thing dan Teknologi Pertahanan (IoTTP) Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, menyampaikan pengujian statis R-Han 450 pada Oktober 2022 berfokus pada tabung dan nosel roket. Pada pengujian ini, roket dikunci statis dan propelan di dalam tabung roket dibakar dan diberlakukan kondisi operasi. “Dari pengujian tersebut, perilaku tabung dan nosel diamati secara bersamaan,” kata Widya.

Tim dosen dan peneliti ITS beserta tim gabungan Balitbang Kemenhan, ORPA, BRIN, dan PT Dahana mengadakan uji statis R-Han 450 dan uji terbang RX200-TC.

Pengujian dilakukan untuk mengetahui kesesuaian konstruksi, kemampuan kerja, waktu pembakaran, gaya dorong, nilai tekanan, dan kapasitas lain dari roket R-Han 450 terbaru.

Pada hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran RX200-TC. Namun, karena kendala pada detektor, uji terbang roket eksperimental tersebut harus ditunda. Tes peluncuran dilaksanakan kembali di Pantai Karang Papak, Garut, pada 21 Desember 2022.

Widya mengatakan, dua tim ITS terlibat dalam pengembangan program ini. Tim pertama Riset Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) yang diketuai dirinya sendiri. Tim ini fokus pada pengembangan material tipnosecone R-Han 450 berbahan Thermal Barrier Coating (TBC) yang tidak mengganggu telemetri. Pengembangan itu didanai BRIN dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Tim kedua dari ITS terdiri dari Prof Hamzah Fansuri SSi MSi PhD dan Alief Wikarta ST MSc Eng PhD. Tim ini bertanggung jawab pada program Riset Produktif Invitasi LPDP mengenai penelitian Extruded Double Base (EDB) Folding Fin Aerial Rocket (FFAR) 70. Fokus utamanya pengembangan propelan atau bahan pendorong dari roket FFAR-70 yang nantinya dilakukan pengujian pada tahun ketiga penelitian.

Oleh karena itu, tim ini ikut serta dalam melihat uji statis R-Han 450 dan uji terbang RX200-TC. Tujuannya untuk mengobservasi proses uji statis dan uji terbang guna persiapan EDB FFAR-70. “Jadi, salah satu tujuannya untuk memberikan gambaran kepada peneliti saat pengujian statik dan dinamik yang nantinya diterapkan pada FFAR-70,” ungkap dosen Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS tersebut.

Setelah pengujian roket ini, Widya mengharapkan produk-produk inovasi yang telah diteliti dan dikembangkan ITS dapat diaplikasikan pada produk pertahanan keamanan sesungguhnya. “Semoga produk tipescone R-Han 450 yang telah dibuat dan FFAR-70 yang sedang dilakukan penelitian dapat berguna untuk sistem pertahanan Indonesia,” harapnya. (Muhammad Aulia Zikra)

Facebook Comments

Comments are closed.