MEPNEWS.ID – Taiwan dengan penduduk sekitar 23,9 juta memiliki perahu penangkap ikan yang handal, dengan daya jelajah sangat jauh.
Itu sebabnya kebutuhan Abuah Kapal (ABK) di Taiwan sangatlah tinggi sejak beberapa dekade ini.
Menurut lowy institute Taiwan adalah pemilik lebih dari sepertiga kapal penangkap ikan tuna yang ada di seluruh samudra.
Sungguh jumlah penangkap ikan yang sangat banyak. Kapal-kapal itu menjelajah nengarungi samudra yang luas hingga berbulan-bulan.
Pencarian tuna ikan-ikan milik nelayan Taiwan itu hingga sampai di Kepulauan Falkland du ujung Benua Amerika yang jaraknya ribuan mil.
Sementara industri perikanan di Tawan sendiri setahunnya mencapai 2 miliar dollar AS atau setara dengan Rp30 triliun (jika per dollar Rp15.5000).
Menurut data dari kompas.com, sejak tahun 2017, Taiwan sudah menerapkan the Act for Distant Water Fisheries atau UU yang mendukung kapal-kapal Taiwan bisa menangkap ikan di perairan jauh.
Banyak ABK dari Indonesia, Vietnam dan Filipina bekerja menjadi penangkap ikan bersama kapal-kapal berbendera Taiwan.
Beberapa instasi pemerintah di Amerika Serikat memperkirakan jumlah ABK dipekerjakan di kapal ikan Taiwan mencapai 160.000 orang.
Meskpun pemerintah Taiwan sendiri menyebutkan jika keberadaan ABK asing yang bergabung dengan kapal-kapal Taiwan mencapai 26.000 orang.
Banyak masalah yang dialami oleh para ABK yang bekerja dengan kapal Taiwan itu seperti, keterlambatan gaji, jam kerja, kekerasan verbal, fisik hingga perlakukan buruk.
Bahkan Taiwan pernah mendapatkan kartu merah oleh Negara Uni Eropa atas sejumlah laporan buruk para ABK.
Lalu berapa gaji ABK di kapal-kapal berbendera Taiwan itu? Menurut Ketum Serikat Buruh Migran Tegal, Zainudin mengungkap gaji yang ditawarkan umumnya minimal 300 dollar AS atau sekitar Rp4.3 juta per bulan.
Menurut Zainudin kalau kapal Taiwan dan China rata-rata menggaji ABK 300 dollar AS dan tergantung pemilik kapal juga.
Sayang bekerja menjadi ABK kapal ikan asing ini ada brokernya, sehingga gaji mereka dipotong perusahaan penyalur sebagai pengganti biaya keberangkatan pengiriman.
Bahkan besaran potongan itu biasanya mencapai 600 dolla AS, bahkan hingga 1.000 dollar AS.
Itu untuk keperluan paspor, tiket pesawat, medical chekup dan biaya agen.
Kabupaten Tegal merupakan salah satu wilayah yang memiliki pekerja ABK luar negeri.
Broker-broker penyalur tenaga kerja ini banyak sekali ditemui di Tegal, dengan iming-iming bonus tinggi.
“Mereka juga ditawari bonus tinggi di luar gaji, meski kadang itu tak direalisasikan dan tidak ada perjanjian tertulisnya,” jelas Zainudin seperti di lansir Kompas.com. (*)


