Oleh: Esti D. Purwitasari SPsi MM
mepnews.id – Saya sering banget mendapat pertanyaan semacam ini dari curhatan mama-mama muda yang belum cukup pengalaman mengasuh anak. Agar manfaatnya bisa tersebar lebih banyak, saya tuliskan tipnya di media ini saja.
Pada dasarnya, berteman itu urusan sangat pribadi si anak. Membangun pertemanan itu bergantung pada keterampilan emosional, keterampilan pengaturan diri, kompetensi sosial si anak, dan lain-lain.
Beberapa anak kesulitan berteman karena suka malu atau cemas saat bertemu anak lain. Ada anak yang baru saja dikenalkan dengan sebaya tapi langsung bergumul karena tidak memiliki kendali impuls yang memadai atau terbiasa bermusuhan.
Kalau dalam kondisi normal atau moderat, biarkan saja si kecil mengembangkan sendiri kemampuan mencari teman. Tapi, jika sudah masuk kondisi ekstrim seperti contoh di alenia di atas, guru atau orang tua atau pengasuh perlu ambil peran.
Bagaimana caranya?
1. Beri contoh
Anak umumnya lebih mudah melihat daripada mendengar. Jika Anda menunjukkan rasa kasih pada orang lain, anak akan mengikuti teladan Anda. Jika Anda mendemonstrasikan perilaku kasar misalnya suka berkelahi atau mengumpat, itu juga ditiru si kecil. Maka, tunjukkan padanya bahwa Anda ramah menyapa tetangga, mengobrol dengan wajah gembira. Bukan hanya dengan orang dewasa, tapi juga dengan anak-anak. Maka, si kecil akan belajar dari bagaimana tindak-tanduk Anda terhadap orang lain.
2. Cintai mereka
Menunjukkan kasih kepada si kecil adalah cara untuk mengajari ia mengasihi anak-anak lain. Tunjukkan pula sikap kasih pada anak-anak lain. Ini membuat si kecil merasa nyaman, membuatnya tidak perlu merasa cemburu, yang memberinya kemampuan belajar menyayangi teman-temannya.
3. Ajari kesabaran
Jelaskan sejak awal pada si kecil bahwa anak-anak lain pasti punya perbedaan. Ada yang nakal, ada yang baik. Ada yang bersih, ada yang jorok. Ada yang pendiam, ada yang suka teriak-teriak. Ada yang suka memberi jajan, ada yang suka memberi jotosan. Untuk bisa bermain bersama, tentu butuh kesabaran. Ajarkan si kecil jangan langsung marah kalau temannya teriak-teriak. Ajarkan si kecil sabar saat temannya berulah. Dengan mengajarkan kesabaran, anak akan memiliki pemahaman dan toleransi lebih besar pada teman yang menyebalkan.
4. Kembangkan waktu bermain
Bermain bersama adalah cara sempurna untuk memupuk hubungan. Bermain adalah cara anak belajar keterampilan sosial. Ketika bersenang-senang bersama, mereka saling belajar bagaimana berhubungan satu sama lain. Maka, selalu beri kesempatan si kecil untuk bermain dengan teman. Jangan biarkan ia sibuk main game di rumah saja. Dorong si kecil bermain secara real time dengan anak-anak lain.
5. Ajarkan berbagi
Berbagi mainan, berbagi aktivitas, berbagi makakan, atau berbagi lainnya, dengan teman adalah cara bagus untuk mengajarkan mereka solidaritas. Begitu bisa melakukan sesuatu bersama, mereka menciptakan kenangan untuk masa depan. Begitu bisa terlibat erat dengan anak lain, mereka belajar saling menghargai. Jika intensitas berbaginya cukup tinggi, mereka akan kompak sebagai sebuah tim.
Bergaul dengan baik bersama teman-teman di masa anak-anak akan memberi bekal memori yang bagus saat si kecil beranjak dewasa. Pengalaman yang baik di masa kecil akan memberi landasan berfikir dan berperilaku saat ia beranjak dewasa dan siap bermasyarakat. Maka, kawal dan bimbinglah si kecil untuk bergaul dengan baik bersama sebayanya.


