Enaknya Punya Kerutinan Sehari-hari

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Saya merasa tenang dengan anak balita saya. Main ke mana saja, menjelang Maghrib ia pasti sudah di rumah,” begitu curhatan seorang ibu dari salah satu kompleks perumahan di Surabaya.

“Wah, enaknya…” saya berkomentar. “Bagaimana ia tahu waktunya pulang?”

“Sejak awal, saya beri tahu dia. Kalau sudah ada suara-suara dari masjid, itu tandanya mau adzan Maghrib,” ibu itu menjelaskan.

Cerita ibu ini menjadi salah satu contoh kerutinan sehari-hari yang positif. Kerutinan sehari-hari ini memberi manfaat besar bagi tumbuh-kembang anak di masa datang.

Apa itu kerutinan sehari-hari? Dalam bahasa Inggris, ini disebut daily routine. Ini merujuk pada serangkaian hal yang biasa dilakukan seseorang pada waktu tertentu setiap hari.

Anak-anak tentu sudah diajari daily routine bahkan saat masih bayi. Disuruh tidur sebelum jam sembilan malam, bangun waktu Subuh, mengerjakan PR sepulang sekolah, makan pada jam tertentu, mandi dua atau tiga kali, bahkan bermain dengan teman pada waktu tertentu.

Mungkin, sederhana. Tapi, daily routine ini sangat dibutuhkan untuk perkembangan anak. Rutinitas ini dibutuhkan untuk memberikan struktur dan disiplin dalam hidup anak. Ketika usia bertambah, struktur dan disiplin ini membentuk karakternya.

Mungkin ada yang berpendapat, rutinitas sehari-hari itu sesuatu yang membosankan, kaku, menyesakkan, tidak kreatif, dan sejenisnya. Oke lah jika ada yang berpendapat begitu.

Tapi, menurut saya, bisa merancang kemudian menjalani rutinitas harian adalah jalan menuju kebebasan, produktivitas, kebahagiaan, dan memenuhi potensi sejati anak di masa datang.

Ibu yang curhat dengan saya di atas sudah menikmati buah dari pembelajaran pembiasaan berupa kedisiplinan anaknya untuk pulang main sebelum Maghrib. Kedisiplinan ini membuat si anak bisa diandalkan ibunya untuk pasti melakukan sesuatu pada waktu tertentu. Di masa mendatang, kedisiplinan anak bisa sangat diandalkan saat dia bekerja dan hidup di masyarakat.

Manfaat lainnya, banyak. Antara lain, daily routin membuat orang jadi lebih efisien waktu dan anergi, bisa menciptakan struktur kehidupannya, menanamkan kebiasaan baik dan memangkas kebiasaan buruk, menjadi ahli dalam bidang tertentu, lebih gampang menentukan prioritas lalu menuntaskannya, dan lain-lain.

Salah satu contohnya, ada rektor di Malang yang tercatat di MURI karena menulis artikel secara terus-menerus selama tiga tahun sejak 16 Juni 2008 hingga 16 Juni 2011. Tentu, menulis setiap hari menjadi kerutinan Beliau.

Jadi, sebagai orang tua atau guru atau pengasuh, kita jangan ragu untuk terus mendidik dan mengingatkan anak agar punya kebiasaan rutin sehari-hari demi masa depan mereka.

Facebook Comments

Comments are closed.