Oleh: Syahquita Kayla Tamima
mepnews.id – Tempat wisata yang saya bahas ini sangat menarik karena unik dan sangat artistik. Wujudnya hanya batu-batu. Tapi, penampakannya sangat bagus dan punya nilai seni tinggi.
Sebelumnya, tahukah kalian apa itu Stonehenge? Itu adalah monumen megalitik di Dataran Salisbury di Wiltshire, Inggris. Bentuknya berupa lingkaran batu sarsen yang dikelilingi parit serta lingkaran batu biru lebih kecil. Di lingkaran dalam terdapat susunan bentuk tapal kuda dari lima triliton dengan sumbu yang disejajarkan arah matahari terbit pertengahan musim panas. Monumen ini dibangun sekitar tahun 2950 Sebelum Masehi.
Nah, di Bondowoso ada batuan yang tersusun mirip Stonehenge. Namanya Batu So’on. Lokasinya di Desa Solor, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Dari pusat kota, Batu So’on ini berjarak 42,5 kilometer dengan waktu tempuh berkendaraan kurang lebih satu jam.
Yang terbersit di pikiran saya ketika pertama kali mendengar kata ‘batu so’on’ adalah batu yang tersusun. Dalam bahasa Madura, itu artinya memang ‘batu tersusun’. Ternyata, benar. Ketika mengunjungi tempat wisata ini, saya melihat batuan besar yang tersusun dan terlihat seolah berdiri tegak dari kejauhan.
Saya bersama keluarga mengendarai mobil menuju tempat wisata ini. Kondisi jalan sudah cukup bagus, walau sepanjang perjalanan cuaca sangat terik. Untung saja, sebelum berangkat, kami sempat berhenti di sebuah minimarket untuk beli minuman. Ini membuat kami terhindar dari rasa haus di sepanjang perjalanan.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, kami mulai memasuki hamparan padang tandus di kiri dan kanan jalan. Saya merasa seperti sedang berada gurun pasir Sahara di benua Afrika.
Setelah sampai di lokasi, kami singgah di warung sederhana untuk sekadar mengisi perut yang sudah keroncongan. Sesudah cukup kenyang, kami mengeksplor satu per satu spot foto di sana. Tentunya, bergantian dengan pengunjung lainnya.
Kemudian, saya dan adik memberanikan diri menunggangi kuda poni. Rasanya sedikit takut karena ini pengalaman pertama kami. Setelah itu, kami menjelajahi wahana bermain anak dan persewaan ATV.
Tak terasa, dua jam kami berada di sana. Karena terlalu asyik menikmati suasana, kami jadi serasa lupa sudah waktunya pulang. Kelak saya akan kembali lagi ke sini.
Pesan saya, tetap jaga kebersihan selama berada di tempat wisata. Buang sampah pada tempatnya, ya teman-teman.
- Penulis lahir di Bondowoso 23 Januari 2011, dan kini duduk di kelas 5 SDN Dabasah 1 Bondowoso.


