mepnews.id – Indarti SPd MSn, namanya. Dosen program Vokasi, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), profesinya. Membatik, jadi passion-nya.
Indarti sangat konsern dalam dunia busana, khususnya kain, termasuk batik, hingga motif-motifnya. Sejak 2013, ia sudah melahirkan puluhan penelitian, antara lain tentang batik lukis pada kain lycra. Hasil penelitiannya, selain menjadi laporan dan publikasi ilmiah, juga diimplementasikan dalam bentuk usaha kerajinan.
Dia memulai bisnis batik tahun 2021 ketika pandemi COVID masih parah sehingga mobilitas mansuia sangat dibatasi. Batik yang diproduksinya memiliki ciri khas; menggunakan pewarna alam seperti coklat kayu hingga indigofera atau tarum. Polanya batik klasik. Motifnya Suroboyoan alias representasi kearifan lokal atau tempat-tempat bersejarah Kota Pahlawan.
“Sudah lumayan banyak. Mulai dari batik mlaku-mlaku nang tunjungan, batik pantai kenjeran, batik mangrove kenjeran, hingga batik semanggi. Maksud saya menghadirkan aspek Surabaya dalam karya busana batik agar tetap lestari dan dikenal generasi,” kata Indarti, dikutip situs resmi unesa.ac.id.
Dosen Fashion Design ini melanjutkan, kerajinan batiknya dikolaborasikan dengan salah satu usaha kecil dan menengah (UKM) di kawasan Dolly, Putat Jaya. Kerja sama ini dalam bentuk pelatihan untuk membekali sumber daya manusia UKM agar terampil menghasilkan busana yang diterima pasar.
Lalu, ia bekerja sama dalam pengerjaan proyek kerajinan batik. Tujuannya memberdayakan pelaku UKM busana untuk meningkatkan pendapatan. “Saya kasih proyek ke teman-teman di Dolly agar bisa makin berkembang dan proyeknya berkelanjutan,” tuturnya
Batik yang dia kreasikan tersebar di berbagai customer beberapa daerah. Dia kerap mengikuti pameran yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Kalau pameran, saya libatkan mahasiswa agar memiliki pengalaman dan punya wawasan tentang pasar busana dan strateginya,” bebernya.
Ke depan, ia ingin memberikan dampak kepada pelaku UKM lewat berbagai skema kerja sama. Ia juga terus mengembangkan inovasi batik khas Surabaya sehingga semakin digemari dan laris di pasaran. “Ke depan mungkin akan bekerja sama dengan UKM Batik Surabaya termasuk memperluas jangkauan pasarnya,” tutupnya. (Riska Umami)


