Bus Listrik Merah Putih G20 Buatan Anak Bangsa

mepnews.id – Di antara hiruk-pikuk pelaksanaan pertemuan puncak G-20 di Bali 15-16 November 2022, ada bus warna merah yang mondar-mandir mengantar berbagai pihak ke arena pertemuan dan ke titik-titik penjemputan. Bus listrik warna merah itu dikembangkan ITS bersama mitra.

Bus Listrik Merah Putih itu diluncurkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Minggu 13 November. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ambil peran besar dalam pembuatan bus listrik tersebut.

Desain bus karya anak bangsa ini diestimasikan dalam penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 75 persen. Hal ini mencerminkan Bus Listrik Merah Putih amat mendukung penelitian, dan pengembangannya dikuasai oleh bangsa Indonesia.

Dalam pengembangan riset dan inovasi di lingkungan pendidikan tinggi, Kemdikbudristek menggandeng PT Industri Kereta Api (INKA) untuk mewujudkan 30 unit Bus Listrik Merah Putih untuk ajang KTT G20. Ini merupakan momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan keunggulan karya bangsa.

Saat peluncuran, Nadiem mengungkapkan Indonesia mampu unjuk panggung dengan menampilkan karya terbaik dari akademisi dan mahasiswa. Salah satunya melalui bus listrik ini.

Dalam penjelasannya terpisah, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian ITS, Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD, mengungkapkan peran ITS sebagai leading institution pada konsorsium perguruan tinggi.

“Konsorsium tersebut terdiri dari empat perguruan tinggi yakni ITS, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar,” terangnya. “Tujuh dosen ITS dikirimkan sebagai peneliti bus listrik ini.”

Sebagai kampus teknologi, ITS sebagai turut sumbangsih. “Dosen yang terlibat dalam konsorsium tersebut memiliki latar belakang program studi berbeda, sehingga antarperguruan tinggi bisa saling melengkapi,” tutur Bambang.

Pembuatan Bus Listrik Merah Putih ini turut melibatkan mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi. “Dengan begitu, mahasiswa dapat melihat langsung proses produksi dan mengimplementasikan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah,” jelas dosen Teknik Mesin ini.

Dukungan Kemdikbudristek berupa pendanaan penelitian yaitu program matching fund. Program tersebut mendorong mahasiswa mendapat pengalaman kerja di luar kampus. Hal ini diwujudkan dengan melakukan kerja sama menggandeng PT INKA untuk mengajak mahasiswa turut berkarya dan bekerja.

Bus listrik pertama yang dikembangkan putra-putri dalam negeri ini menoreh banyak apresiasi. Menurut Bambang, Kementerian BUMN melalui PT Damri menyatakan ketertarikannya pada bus listrik ini untuk beroperasi di Bandung dan Surabaya.

Bambang ingin Bus Listrik Merah Putih dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara berkelanjutan. “Penggunaan yang lebih luas sangat memungkinkan. Misalnya untuk keperluan bus antarjemput sekolah, bus di bandara, dan sebagainya.”(Silvita Pramadani)

Facebook Comments

POST A COMMENT.