Krisis ISBN, Iqro Semesta Serukan Kedaulatan Literasi

mepnews.id – Seiring sulitnya pengurusan ISBN untuk buku-buku terbitan Indonesia, Iqro Semesta menyerukan kedaulatan literasi. Jangan bergantung pada regulasi internasional, tapi buatlah regulasi sendiri tentang pencatatan penerbitan buku dalam negeri.

Dalam dialog literasi bulan bahasa di kampus Universitas Wijaya Kusuma 21 Oktober 2022, Teguh W. Utomo selaku pemateri mendesak pihak berwenang di Indonesia meminta International ISBN Agency di London menambah kuota nomor untuk Indonesia.

“Jika tidak, Perpustakaan Nasional RI sebagai Badan Nasional ISBN yang berwenang menerbitkan sendiri ISBN versi Indonesia (Indonesian Serial Book Number),” kata penggiat literasi yang juga pengelola Iqro Press itu.

Bambang Prakoso, Ketua Yayasan Iqro Semesta, mengingatkan ISBN bukan penentu mutu buku bagus atau tidak. Yang lebih menentukan itu materi tulisan atau kapasitas penulisnya.

“Kitab Ihya Ulumuddin karangan Imam al-Ghazali itu ditulis sebelum zaman ISBN. Kitab yang ditulis abad ke-12 itu sampai sekarang dikaji di pesantren-pesantren seluruh dunia,” kata Bambang yang juga Kepala UPT Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma itu.

Aditya Akbar Hakim, Sekjen Iqro Semesta yang juga penulis lintas negara, menyebut, “Indonesia negara hebat. DNA kita negara kuat. Tak boleh ada alasan untuk minder bila akan rilis ISBN versi kita sendiri. Masyarakat jangan dipersulit bila hendak mengurus ISBN.”

Isu sulitnya pengurusan ISBN mulai dirasakan sejumlah penerbit sejak pertengahan era pandemi COVID tahun lalu. Kabarnya, jatah nomor penerbitan buat Indonesia dari pengelola ISBN di London bisa lebih cepat habis karena ada kenaikan tidak wajar jumlah penerbitan.

Sejarah ISBN berawal dari komersial. Pada 1965, penjual buku dan alat tulis WH Smith di Inggris ingin menerapkan sistem penomoran standar untuk buku-bukunya. Mereka menyewa konsultan Profesor Gordon Foster untuk merancang sistem penomoran itu.

Lalu, Komite Teknis Dokumentasi di Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) mengadaptasi SBN Inggris itu untuk penggunaan internasional. Format identifikasi ISBN disusun pada 1967 di Inggris oleh David Whitaker dan pada 1968 di Amerika Serikat oleh Emery Koltay. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.