Pupuk Hayati Pengendali Nematoda

mepnews.id – Tim peneliti Universitas Jember, yang dipimpin Dr Iis Nur Asyiah, menemukan pupuk hayati pengendali parasit nematoda. Pupuk bernama BRE-4 ini juga menyuburkan dan meningkatkan produktivitas tanaman.

Keberhasilan ini nampak saat panen padi hasil pemupukan BRE-4 di sawah demplot penelitian di Kalurahan Ringinharjo, Kapanewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, 16 Oktober 2022. Di persawahan 1000 meter persegi yang disemprot BRE-4, padi menguning siap panen. Padi di sawah di sebelah belum siap panen. Padahal, padi yang disemprot BRE-4 ditanam seminggu lebih lambat.

Observasi tim peneliti, butiran padi atau malai padi dari tanaman yang disemprot BRE-4 lebih banyak. Rata-rata 27 bulir di padi yang diberi BRE-4, dibandingkan 12 hingga 15 bulir pada padi tanpa perlakuan yang sama. Yang terpenting, 90 persen nematoda (cacing) parasit di akar padi hilang.

Menurut Iis Nur Aisyah, BRE-4 dikembangkannya sejak 2010 untuk mengendalikan nematoda pengganggu yang menyerang berbagai tanaman budidaya. Jika tanaman telah diserang nematoda biasanya muncul butiran mirip jerawat di akarnya. Tanaman ini produktivitas menurun dan lama-kelamaan mati. Selain padi, hortikultura seperti tomat dan sayur hingga tanaman perkebunan seperti kopi juga diserang nematoda.

“Kami melakukan eksplorasi rhizo bakteri dan bakteri endofit yang memiliki kemampuan mengendalikan nematoda. Diperoleh beberapa isolat bakteri yang empat di antaranya berpotensi mengatasi nematoda. Empat isolat bakteri tersebut teridentifikasi sebagai Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. BRE-4 itu singkatan dari kata Bakteri Rhizo dan Endofit serta 4 isolat,” kata Iis.

Dosen di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP ini bersama tim yang beranggotakan Dr Sugeng Winarso, Lenny Widjayanthi PhD, A. Pandu Pradana MSi dari Fakultas Pertanian ini mencobakan BRE-4 pada tanaman hortikultura seperti sawi putih, tomat hingga cabai, dan tanaman perkebunan kopi arabika dan robusta.

BRE-4 pupuk cair pengendali nematoda dan penyubur tanaman.

Ternyata, BRE-4 berhasil mengatasi nematoda parasit di beberapa tanaman budi daya . Bahkan, pemakaian BRE-4 sudah direkomendasikan Puslit Kopi dan Kakao yang menjadi mitra penelitian bersama CV Tiga Kreasi Bersama.

Dalam perjalanannya, BRE-4 tidak hanya mengatasi serangan nematoda tetapi juga memperbaiki kondisi tanah sehingga meningkatkan produktivitas tanaman.

Bandiyono, petani di Ringinharjo, menggunakan BRE-4 untuk tanaman padinya di lahan 1000 meter persegi. Setelah lahan dibajak, disemprotkan 10 liter BRE-4. Setelah didiamkan dua hari, bibit padi ditanam. Sisa pupuk cair BRE-4 disemprotkan lagi dua kali saat padi dua minggu dan empat minggu usia tanam.

“Alhamdulillah, butir-butir di akar akibat nematoda banyak yang hilang. Jumlah bulir padi di tiap batangnya lebih banyak. Usia panen, yang biasanya 90 hari, jadi lebih pendek di usia 80 hari. Pemakaian BRE-4 membuat petani hemat pupuk kimia termasuk urea hingga separonya. Sekali pemakaian pupuk BRE-4 bisa bertahan hingga dua kali masa tanam padi lagi,” ungkap Bandi yang panen 8 kwintal padi, atau 50 kilogram lebih banyak daripada panen tanpa BRE-4.

BRE-4 sudah lolos uji mutu dari Kementerian Pertanian RI dan kini menunggu ijin edar dan uji efikasi yang rencananya keluar pada November 2022.

Facebook Comments

Comments are closed.