Ditolak Penerbit, Ya Bikin Penerbitan Sendiri

mepnews.id – Ditolak berkali-kali oleh penerbit buku tidak membuat Wardatul Hasanah putus asa. Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember ini malah mendirikan usaha penerbitan.

“Berkali-kali saya ditolak penerbit. Macam-macam alasannya. Salah satunya, karena saya nggak punya uang untuk modal menerbitkan buku. Rasanya sakit sekali. Saya berdoa ingin punya penerbitan sendiri. Jika sudah punya penerbitan, saya menggratiskan biaya untuk penulis pemula,” tutur Warda, sebagaimana ditayangkan di situs resmi unej.ac.id.

Mahasiswi angkatan 2021 ini gemar menulis sejak kelas 8 Madrasah Tsanawiyah. Ia menulis melalui aplikasi Wattpad. Karya pertamanya novel berjudul Surat Hafalan Untuk Ustadz. Mahasiswi asal Banyuwangi ini sudah menulis sepuluh buku, kebanyakan novel romantis bernuansa Islam. Judulnya antara lain Allah Tahu Kamu Bisa, Hujan dan Luka, dan Merindu Muhammad.

“Saat itu semua penerbit menolak menerbitkan buku saya. Tapi saya tak pantang menyerah. Ketika ingin mencapai sesuatu, maka saya harus berusaha mencapai target. Alhamdulillah waktu itu Surat Hafalan Untuk Ustadz diterbitkan RFM Pramedia Jember. Buku itu makin mempertebal keinginan punya usaha penerbitan sendiri,” kata Warda.

Agar lebih paham belajar bisnis penerbitan, Warda bekerja di suatu perusahaan penerbitan. Ternyata niatannya ditanggapi lain pemilik penerbitan. Ia dianggap merecoki penerbitan itu sehingga dipecat. Ia dianggap akan menjadi kompetitor penerbitan.

Kemudian, Warda diperbolehkan menggunakan usaha milik kakaknya yakni CV Perkasa Satu. Pada 11 Januari 2011, ia mendirikan penerbitan buku CV Perkasa Satu di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

“Alhamdulillah, CV Perkasa Satu menjadi satu-satunya penerbitan buku di Banyuwangi yang menjadi anggota Ikatan Penerbit Indonesia atau IKAPI. CV Perkasa Satu juga berlisensi hukum karena terdaftar di KemenkumHAM sehingga bisa menerbitkan buku dengan ISBN termasuk mengurusi Hak atas kekayaan intelektual atau HAKI,” ujar Warda.

Kerja keras berbuah manis. Satu persatu order pencetakan diraihnya. Hingga saat ini, 170 buku dengan ISBN telah diterbitkan CV Perkasa Satu. Usaha penerbitannya punya program unggulan terbit gratis bagi penulis pemula. Sudah 150 buku karya pertama penulis pemula diterbitkan.

Semua penerbitan di Banyuwangi itu dilakukan Warda sambil menjalani kuliah di Jember. Maka, ia mengandalkan kekompakan tim untuk mengatur usaha sambil menjalani kuliah. Program dan proyek penerbitan dilakukan koordinasi secara online. Namun, ia kerap turun tangan langsung antara lain saat editing atau saat melayani konsultasi dengan penulis. (andrie/iim)

Facebook Comments

Comments are closed.