mepnews.id – Merokok dapat menimbulkan efek buruk pada kesehatan. Perokok aktif berisiko terkena efek buruknya. Perokok pasif pun memiliki risiko yang sama. Termasuk balita. Beberapa waktu lalu viral bayi berusia 11 bulan mengidap bronkitis diduga karena ayahnya perokok aktif.
“Bronkitis merupakan peradangan saluran pernapasan bagian bawah. Ini ditandai dengan keluhan batuk yang sering,” kata dr Retno Asih Setyoningrum SpA (K), pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair).

Dokter Retno Asih Setyoningrum SpA (K)
“Peradangan diawali dengan munculnya keluhan pada saluran pernapasan bagian atas. Seperti demam, pilek, batuk ringan lalu semakin lama batuk menjadi semakin sering,” terang dr Retno.
Penyebab bronkitis umumnya dari infeksi virus, tapi pada beberapa kondisi bisa diakibatkan kuman. Bronkitis pada balita menimbulkan menumpuknya kuman pada saluran pernapasan sehingga mengakibatkan bronkitis terjadi secara berkepanjangan.
Paparan asap rokok meningkatkan risiko terjadinya bronkitis pada balita. “Sudah banyak penelitian membuktikan paparan asap rokok secara pasif berisiko meningkatkan terjadinya bronkitis. Paparan asap rokok secara pasif memperparah kondisi bronkitis sehingga menurunkan pertahanan saluran pernapasan,” kata dr Retno.
Bukan hanya rokok tembakau tapi rokok elektrik atau yang dikenal sebagai vapor. “Vapor itu mempunyai potensi yang sama seperti rokok tembakau,” ujarnya.
Asap knalpot serta asap yang menjadi sumber polusi lainnya juga memberi risiko yang sama.
Bronkitis akan terjadi secara berulang jika penyebab masalah tidak dihilangkan. “Misalnya, adanya paparan virus yang berulang dan paparan polutan asap,” paparnya.
Paparan asap rokok juga bisa menimbulkan beberapa gangguan pernapasan lain.
“Paparan asap rokok berhubungan dengan risiko terjadinya dan keparahan semua penyakit infeksi saluran pernapasan atas sampai bawah, seperti radang paru-paru. Asma bisa juga berhubungan dengan asap rokok.” (*)


