Breaking News
- NewsIran Jajaki Kolaborasi dengan USK
- EdukasiKenapa Gen-Z Ogah Jadi Boss?
- Guru MenulisMengenali Tahap-tahap Perilaku Bundir
- EdukasiWaspadai Ikan Asing Invasif di Perairan Indonesia
- NewsMilad ‘Aisyiyah Bojonegoro, Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan
- FokusDari UMM, Kembangkan Bisnis Spa di Polandia
- NewsNestlé Sumbangkan Lathe Machine ke Polinema
- NewsUIN Sunan Kudus Raih Penghargaan CMS dari KPPN
- HeadlineDosen Untad Jadi Visiting Professor di Kazakhstan
- NewsUM Lepas Mahasiswa Pertukaran Asal Guangxi
Menyela Si Talkative dengan Strategi Empathic Interrupting
Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – “Mbak, ada waktu sebentar? Aku butuh curhat,” kata seorang teman. “Tentu saja. Ada apa?” saya merespon. “Itu, lho. Tentang Lisa. Setiap kali kami kumpul-kumpul, dia terlalu banyak omong, selalu mendominasi percakapan. Rasanya saya tidak punya kesempatan untuk berbicara atau dibicarakan.” “Hmm, saya bisa mengerti. Itu pasti membuatmu merasa diabaikan.
Read More

