Jamaah Haji Masak Sendiri di Makkah

mepnews.id – Petugas Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 M telah menyiapkan 66 kali makan untuk jemaah haji selama di Makkah. Paket konsumsi itu dibagikan tiga kali sehari sejak awal kedatangan jemaah haji. Rata-rata layanan katering di Makkah berlangsung 22 hari.

Namun, Direktur Bina Haji Kemenag Arsad Hidayat mengatakan ada fase layanan katering jemaah di Makkah berhenti sementara. “Menjelang dan setelah puncak haji, layanan katering di Makkah berhenti. Tepatnya, pada 7 Zulhijjah serta 14 dan 15 Zulhijjah 1444 H,” kata Arsad Hidayat.

Mengantisipasi penghentian layanan katering, beberapa jamaah haji Indonesia melakukan pengadaan sendiri dengan memesan kepada mukimin di Makkah. Indarti, salah seorang jamaah haji asal Magetan, mengabarkan sekali makan dipatok harga 15 hingga 18 reyal. Artinya, setiap jemaah harus mengeluarkan anggaran makan sehari Rp 180.00 – Rp 240.000, jika kurs reyal Rp 4.000.

Untuk lebih menghemat biaya makan, beberapa kelompok jemaah memutuskan masak sendiri. Mereka membeli penanak nasi seharga Rp. 240.000 – Rp. 500.000 dengan kapasitas 1-2 liter beras. Harga beras di Makkah antara 5-9 reyal atau sekitar Rp. 20.000 – Rp 45.000. Satu liter bisa dikonsumsi delapan orang. Untuk lauk pauknya, mereka menggunakan bahan yang dibawa dari Indonesia, seperti abon, sambel pecel, sambel uleg renteng, dan mie instan.

Lilis, salah seorang jamaah haji kloter 14 Embarkasi Surabaya, memberikan alasan mengapa memutuskan masak sendiri. “Saya berangkat bersama ibu saya. Cukup memberatkan jika sehari harus mengeluarkan biaya makan Rp. 480.000 untuk kami berdua. Saya pikir, dengan beli penanak nasi dan beberapa liter beras kami lebih menghemat biaya. Lauknya, Ibu bawa dari Indonesia, berupa sambel pecel, abon, dan sambel uleg rentengan. Jika ingin menambah varian lainnya, kami bisa beli sayur bayam, wortel, atau labu yang tersedia di pasar tumpah dekat hotel.”

Facebook Comments

Comments are closed.