Begini Cara Mengenali Orang Introvert dalam Situasi Sosial

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Reuni. Siapa sih yang tidak suka? Tentu, banyak hal menarik saat kita bertemu lagi dengan teman-teman lama. Dalam rentang waktu tertentu, jalan hidup seseorang bisa sangat panjang. Bisa menjadi pembeda penampakan zaman dulu dengan zaman sekarang. Dulu pendiam, bisa jadi sekarang paling cerewet.

Tak heran, ada seorang teman yang nyeletuk menantang saya, “Hayo, dari 70 orang yang hadir, bisa kau temukan mana yang introvert?”

“Untuk memastikan, tentu tes dulu. Kalau sekadar pengamatan, tentu saya tahu,” jawab saya.

………….

Pembaca yang budiman, introvert adalah orang yang cenderung lebih memperhatikan dunia internalnya sendiri daripada lingkungan sekitar. Ia cenderung lebih tenang dan terkadang dianggap pendiam. Ia cenderung memproses informasi secara internal sebelum berbicara atau bertindak. Bukannya tidak menyukai interaksi sosial, ia lebih suka mengatur waktu dan energi disi sendiri.

Ini berlawanan dengan extrovert. Orang extrovert cenderung lebih memperhatikan sekitar daripada dunia internalnya sendiri. Ia cenderung lebih suka berinteraksi dengan orang lain dan merasa terstimulasi oleh kerumunan besar atau lingkungan sosial yang ramai. Bukan berarti tidak butuh refleksi internal, namun ia suka menyalurkan energi sosialnya.

Nah, untuk bisa mengenali orang introvert dalam situasi sosial, tentu saja bisa dilakukan dengan cara mengamati perilaku mereka.

Introvert biasanya terlihat lebih tenang di antara keramaian. Ia tampak sesekali melamun, memproses informasi, atau merenungkan pengalaman sendiri dalam keramaian. Meski bukan tipe manusia pesta, tetapi kehadirannya dapat menunjukkan ia lebih membumi bagi orang lain.

Introvert lebih banyak mendengar daripada berbicara. Coba amati seberapa banyak ia mendengarkan dibandingkan dengan ia bicara. Maka, jika ada orang yang hanya duduk dalam pesta dan lebih banyak mendengar percakapan, mungkin ia introvert. Tapi, saat memiliki sesuatu yang bermakna untuk dibagikan, bisa jadi ia amat banyak bicara.

Introvert lebih suka percakapan satu lawan satu. Saat dalam pesta, lalu ada orang yang intens ngobrol dengan satu orang lain, sangat mungkin ia introvert. Ia memang lebih nyaman jika bercakap satu-satu daripada rame-rame dalam kelompok besar. Saat satu lawan satu, ia dapat memberikan perhatian penuh kepada orang lain dan membangun hubungan lebih dalam.

Introvert tidak banyak berbasa-basi dan obrolan ringan tapi lebih suka membicarakan hal-hal lebih dalam atau berat. Ngomongin gosip selebriti, bukan kebiasaan introvert. Ia lebih tertarik dengan tema-tema; hasrat, pengalaman, spiritualitas, atau apa pun yang menggali lebih dalam ke inti permasalahan.

Introvert menunjukkan kepekaan tinggi. Cenderung mudah menangkap emosi dan perasaan orang-orang di sekitar, sehingga lebih sadar akan suasana dan dinamika sosial. Kecenderungan ini membuat introvert mudah menjalin hubungan mendalam dengan orang lain. Tapi, ini juga membuat ia kewalahan terutama ketika ada terlalu banyak hal yang terjadi dalam keramaian.

Maka dari itu, introvert perlu sesekali istirahat untuk memulihkan tenaga. Di antara hingar-bingar acara, introvert kadang malah berdiri sendirian dekat dinding atau malah ngumpet di kamar mandi atau keluar untuk menghirup udara segar. Ia mengambil istirahat sejenak dalam keramaian sosial untuk sekadar isi ulang baterai.

Introvert mengamati sebelum berpartisipasi. Dalam reuni atau acara sosial lain, biasanya ada kegiatan seperti game atau menari/menyanyi bersama. Introvert mungkin menarik diri atau mungkin juga ikutan. Kalau ikutan, ia biasanya mengamati dulu lanskap sosial sebelum ikut berpartisipasi. Begitu merasa nyaman tentang lingkungan, ia bisa bergabung dalam aktivitas.

Introvert menghindar dari sorotan, dan memilih untuk tidak menarik perhatian yang tidak perlu. Introvert lebih menikmati di latar belakang sambil diam-diam mengamati. Bukannya ingin menjadi pusat perhatian. Bahkan, ia tidak nyaman ketika menjadi fokus kelompok.

Introvert lebih menyukai peristiwa yang bermakna daripada yang dangkal. Dindang untuk kongkow-kongkow, ia enggan. Tapi, kalau untuk kerja sosial, penggalangan dana, retret spiritual, lokakarya, dan sejenisnya, ia sangat senang. Bukannya sombong, itu karena introvert perlu menghemat energi saat akan digunakan untuk aktivitas sosial.

Introvert memiliki lingkaran pertemanan lebih kecil. Dalam lingkungan sosial, introvert bisa tetap dekat dengan lingkaran kecil itu. Tidak terbang dari kelompok ke kelompok seperti kupu-kupu sosial. Tapi, menginvestasikan energi hanya dalam beberapa pertemanan yang mendalam dan bermakna. Bagi introvert, kualitas selalu mengalahkan kuantitas.

Facebook Comments

Comments are closed.