Membimbing Murid Berani Presentasi di Kelas

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Suatu hari, seorang guru curhat pada saya. “Sis, kenapa ya Si Fulan selalu nervous saat disuruh presentasi di depan kelas. Padahal dia itu pinter lho. Di kelompok belajar, dia selalu jadi mentor teman-teman.”

“Ya karena beda setting, dong,” saya jawab. “Bicara dengan sekelompok kecil teman dalam suasana santai di rumah jelas beda dengan bicara formal di depan orang banyak.”

“Saya tahu itu. Yang saya maksudkan, bagaimana membuat Si Fulan bisa bicara seperti guru di kelas. Setidaknya cuma lima menit.”

“Ah, itu ide bagus. Melatih anak percaya diri untuk tampil akan sangat berguna bagi masa depannya. Suatu saat nanti dia pasti berbicara di depan orang banyak entah dalam konteks apa.”

“Terus, apa yang saya lakukan sebagai guru untuk membantunya bisa presentasi?”

“Guru jangan terlalu memaksakan diri agar murid bisa seperti gurunya. Setiap murid punya karakter dan perkembangan masing-masing yang kita kadang tidak bisa menduganya.”

Beri kesempatan murid untuk bersiap bicara.

“Bagaimana dengan si murid?”

“Pertama, beri dia waktu yang cukup untuk berlatih dan bersiap. Misalnya, bilang padanya; ‘Pekan depan giliramu maju, ya. Berlatihlah tampil di depan kelas.’ Setelah dua atau tiga kali kesempatan, bolehlah dia ditunjuk secara dadakan tanpa persiapan.”

“Yang kedua?”

“Beri masukan yang baik dan menyemangati. Saat dia tampak kesulitan, coba berdiri di sampingnya, tepuk pundaknya untuk memberi semangat dan beri kata-kata untuk memicunya berbicara. Kalau dia sudah selesai berbicara, beri tepuk tangan. Beri juga beberapa komentar positif tentang bagaimana ia presentasi, dan beri penilaian apa yang dipresentasikan.”

“Ada lagi?”

“Oh, iya. Ini untuk guru dan semua siswa. Buatlah suasana kelas dan budaya yang bisa menerima, mendukung, dan menghargai siapa saja yang sedang bicara di depan kelas. Misalnya, pastikan tidak ada siswa lain yang bersuara. Ini sekaligus mengajari siswa lain untuk terampil mendengarkan secara aktif. Begitu juga ajari mereka tentang cara bertanya yang baik.”

“Okay. Masukan yang bagus buat saya. Terima kasih, Sis.”

“Terima kasih juga. Jangan lupa traktirannya, ya.”

Facebook Comments

Comments are closed.