Ada ‘Nyi Roro Kidul’ di Hari Literasi SGS

mepnews.id – Ada yang luar biasa di Surabaya Grammar School (SGS) kampus Wisata Bukit Mas di Surabaya pada Kamis 15 Desember 2022. Berbagai tokoh fantasi dari buku-buku internasional hingga tokoh legenda mistis tradisional Jawa berkumpul untuk merayakan ‘Literacy Day.’

Tampak tokoh animasi Naruto, Ninja, Ant Man, Cinderella, Pocahontas, Snow White, The Witch, Nefertiti, Harry Potter, Pirates, Santa Claus, dan lain-lain. Tokoh fantasi lokal yang hadir antara lain Nyi Roro Kidul, Nyai Dasimah, dan lain-lain.

Tentu saja, tokoh-tokoh itu bukan nyata tapi hanya peran dan kostum yang dikenakan para murid dan guru. Terkait dengan literasi, peragaan kostum tokoh fantasi itu bertujuan agar anak-anak lebih tertarik membaca buku-buknya.

Terpilih juga guru dan siswa dengan kostum terbaik di tiap kelas.

Novanita Primasari, guru kelas 1 SD SGS, tampil sebagai Nyi Roro Kidul. Menurut cerita rakyat Jawa, Nyi Roro Kidul penguasa laut selatan (Samudra Indonesia). Buku-buku tentang legenda ini banyak, antara lain Misteri Nyi Roro Kidul dan Laut Selatan karya Salman Rusydie Anwar dan diterbitkan Flash Books.

“Saya pingin yang unik dan nyeleneh. Kalau kostum dari buku-buku cerita populer, sudah umum. Jadi, saya pingin tampil beda. Jarang orang suka cerita legenda,” kata Nova.

Ia lalu menambahkan, “Dalam acara Literacy Day ini, ada Story Telling Competition. Siswa bercerita sesuai kostum yang dipakainya. Dipilih tiga pemenang untuk setiap level. Untuk ikut kompetisi, siswa harus mengumpulkan video dirinya sedang bercerita selama kurang lebih 3 menit,” tambahnya.

Maka, sambil mengenakan kostum tokoh fantasi, para murid mengikuti lomba story telling di hall SGS 1B campus. Antara lain, Jake Liften Lai bercerita tentang petualangan Ant Man serta Jayden yang bercerita tentang laba-laba dan sahabatnya.

Kemudian, di tempat yang sama, acara dimeriahkan dengan penampilan Flash Mob (menari bersama) dan drama oleh guru dan murid. Drama itu berjudul ‘A Boy who Cried Wolf’. Drama ini diambil dari salah satu fabel karya Aesop. Ceritanya tentang kebiasaan buruk yang menimbulkan petaka.

Dalam drama ini, Clayton menjadi anak gembala beserta Joshua Standen menjadi serigala. Turut serta Feriana Susanti Kepala SD SGS beserta Dian Natalia Wakasek Kurikulum, dan Kikip Sarmudyawati Wakasek Kesiswaan, yang berperan menjadi penduduk desa. Dua perwakilan siswa, yaitu Russel dan Nicole, berperan sebagai narator cerita.

Dikisahkan, seorang anak gembala berulang kali memperdaya penduduk desa. Ia melolong sehingga masyarakat mengira ada serigala menyerang kawanan ternak di desa. Ia berulang kali melakukan hingga serigala yang sebenarnya muncul. Saat si anak gembala meminta bantuan, penduduk desa terlanjur yakin lolongan itu palsu. Maka, petaka pun terjadilah.

Selain melibatkan guru dan murid, kesuksesan acara ini juga berkat dukungan Parents Support Club alias komite sekolah. Mereka terlibat antara lain dalam mengelola stan-stan games. Di games stall itusiswa bisa mendapatkan stamp yang bisa ditukarkan dengan hadiah alat tulis. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.