Oleh: Teguh W. Utomo
mepnews.id – Sudah lama ada anggapan bahwa orang itu biasa berbohong, bahwa kebohongan itu ada di mana-mana dan sangat umum. Bahkan, anak-anak mulai berbohong pada usia enam bulan dengan pura-pura tertawa, atau menangis, tanpa sebab tertentu selain untuk menarik perhatian orang-orang sekitar.
Billy Joel pada 1979 menyanyikan, “Honesty is such a lonely word.” Kejujuran itu bagaikan kata yang sangat sepi. Ya, karena boleh dikata sangat banyak orang yang tidak jujur. Bisa dikata, kejujuran itu hampir tidak pernah terdengar dalam jagad sosial.
Penelitian ilmiah oleh psikolog sosial Jerald Jellison dari University of Southern California pada 1977 mengungkapkan, orang bisa berbohong pada orang lain 200 kali dalam sehari. Lebih lanjut, Robert Feldman dari University of Massachusetts menemukan rata-rata orang mengatakan dua sampai tiga kebohongan dalam percakapan hanya sepuluh menit.
Tapi, kebanyakan orang pada dasarnya jujur dan menginginkan kejujuran. Orang pada umumnya jujur dalam kehidupan sehari-hari kecuali ‘beberapa pembohong produktif’ yakni berbohong kecil untuk tujuan baik.
Rasulullah Muhammad SAW, sebagaimana hadits yang dicatat Bukhari, pernah bersabda; “Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga.”
Nah, karena jujur itu perbuatan yang terpuji maka pasti membawa banyak manfaat. Apa saja manfaatnya?
Makin banyak teman dan pergaulan makin luas
Jika Anda jujur, orang-orang cenderung merasa aman dan bahkan merasa senang berhubungan dengan Anda. Orang tentu akan cenderung menyukai Anda karena tidak gampang berbohong. Kondisi ini membuka peluang Anda punya banyak teman dan punya pergaulan luas dari berbagai kalangan heterogen. Orang yang berperilaku jujur tentu akan banyak disenangi orang. Orang yang jujur akan lebih mudah dalam bersosialisasi.
Menjalani hidup lebih damai dan tentram
Jika Anda terbiasa jujur, dan bergaul bersama orang-orang jujur, maka semua akan merasakan saling percaya, saling peduli, saling menghargai, dan tidak saling merugikan. Jika sudah demikian, hidup bermasyarakat jadi terasa damai dan tenteram. Tak perlu ada rasa cemas secara sosial.
Kejujuran membawa ke hal-hal yang baik
Anda jika berperilaku jujur maka tentu akan membuahkan hal-hal yang baik. Misalnya, Anda akan menjadi lebih bahagia, lebih tenang tidur karena tidak ada beban di dalam hati, dan lain-lain. Biasanya, rejeki keuangan juga lebih lancar.
Meningkatkan kepercayaan diri
Jujur pada diri sendiri dan pada yang lain membuat Anda memiliki kepercayaan diri lebih tinggi. Jika ingin sesuatu, Anda tidak perlu berbohong. Lebih-lebih, pengalaman sosial sebagai orang jujur memberinya banyak keistimewaan yang tidak mengecewakan.
Memperoleh ridho Tuhan
Dalam kitab-kitab suci, banyak pelajaran tentang kejujuran. Maka, dengan mengikuti ajaran itu, orang jujur dijamin dekat dengan Tuhan. Karena perilaku jujur dekat dengan kebaikan, orang jujur akan mendapat ridho Tuhan. Manfaatnya tidak hanya di dunia tapi juga sampai akhirat.
Sudah kah kita berani jujur?


