Cita Rasa Lintas Negara di UNS Cultural Night

mepnews.id – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Subdirektorat Layanan Internasional menghadirkan pengalaman lintas budaya melalui kegiatan Taste of the World: UNS Cultural Night (UCN) 2026 Food Booth. Kegiatan ini memperkenalkan beragam kuliner tradisional dari berbagai negara sekaligus menjadi ruang bagi Mahasiswa internasional untuk berbagi kekayaan budaya dan tradisi kuliner negara asal mereka.

Dikabarkan situs resmi uns.ac.id edisi 1 Oktober 2026, kegiatan ini mengusung semangat bahwa setiap hidangan memiliki cerita. Maka, aneka makanan dan minuman khas ini merepresentasikan keberagaman budaya dunia. Melalui sajian kuliner, para pengunjung diajak mengenal tradisi, cita rasa, serta kebiasaan masyarakat dari berbagai belahan dunia dalam suasana kebersamaan.

Dari Aljazair, pengunjung dapat mengenal rechta mi kukus tradisional yang disajikan bersama ayam dan sayuran, serta chorba vermicelli sup mi dengan aneka sayuran dan rempah. Bangladesh memperkenalkan beguni camilan terong berbalut tepung goreng, serta phuchka makanan jalanan dengan isian kentang berbumbu dan kacang arab. Jepang hadir melalui dango kudapan berbahan tepung beras yang dibentuk menjadi bola-bola kecil dan disajikan dengan saus manis gurih. Dari Kenya, ada chapati and beans yakni roti pipih yang disajikan bersama olahan kacang. Nigeria memperkenalkan jollof rice nasi berbumbu tomat, kari, dan rempah khas setempat.

Keragaman kuliner Asia Tenggara juga terlihat melalui sajian Malaysia, seperti onde-onde berbahan tepung beras ketan dengan isian gula aren dan balutan kelapa parut, serta puteri ayu, kue pandan kukus dengan taburan kelapa. Thailand menghadirkan tom yam sup bercita rasa asam dan pedas, serta Thai tea minuman teh dengan susu yang bercita rasa manis dan menyegarkan. Pengunjung dapat mengenal nan gyi thoke salad mi khas Myanmar; maja blanca hidangan penutup berbahan santan dan jagung dari Filipina.

Begitu juga mujadara hidangan berbahan beras atau bulgur dan kacang lentil yang dikenal dalam tradisi kuliner Suriah. Sajian dari negara lainnya, seperti Sierra Leone, Tanzania, Timor-Leste, dan Turkmenistan, turut melengkapi ragam kuliner yang diperkenalkan.

Alya Najwa Binti Alfatuzee, mahasiswa Program Studi S1 Kedokteran UNS asal Malaysia, memperkenalkan kue tradisional Malaysia yang mirip makanan khas Indonesia sebagai bagian dari upaya menunjukkan kedekatan kedua negara. Menurutnya, kemiripan kuliner Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperkenalkan. “Makanan Indonesia dan Malaysia kan mirip-mirip. Jadi, dari saya ingin menunjukkan bahwa ada persaudaraan antara kita,” ujarnya.

Ia menyiapkan 140 porsi Onde-Onde dan kue Puteri Ayu. “Sebenarnya saya ingin memperkenalkan nasi lemak. Tapi, karena keterbatasan waktu di sela-sela perkuliahan dan persiapan tes, saya memilih makanan lebih sederhana untuk disiapkan.”

Abdur Rahman Siam, mahasiswa Program Studi S2 Teknik Mesin UNS asal Bangladesh, sibuk menata makanan khas negaranya. “Kami dari Bangladesh memperkenalkan beguni dan phuchka. Kami menyediakan 150 paket untuk para penonton UNS Cultural Night 2026,” ujar Abdur.

Rektor Prof Dr Hartono dr MSi mengapresiasi kesungguhan mahasiswa internasional memperkenalkan makanan khas dari negara masing-masing. Menurutnya, ini menjadi bagian dari upaya UNS menghadirkan pengalaman mengenal budaya lintas negara melalui interaksi sederhana, seperti berbagi makanan dan cerita di balik setiap hidangan.

Melalui UNS Cultural Night 2026, setiap makanan tidak hanya menjadi sajian kuliner, tetapi juga sarana untuk mengenal budaya, menghargai perbedaan, dan mempererat persahabatan antarmahasiswa dari berbagai negara. HUMAS

Facebook Comments

POST A COMMENT.