Estafet Tubuh Menari untuk World Dance Day 2026

mepnews.id – Gedung Pertunjukan Sawunggaling Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi ruang temu seni dalam peringatan World Dance Day 2026, Senin 27 April 2026. Mengusung tema ‘Estafet Tubuh Menari’, pagelaran yang diinisiasi UKM Tari Unesa ini menjadi upaya kolektif menjaga keberlanjutan ekosistem seni budaya melalui gerak tubuh.

Dikabarkan situs resmi unesa.ac.id, agenda ini dimeriahkan sekitar 30 komunitas seni se-Jawa Timur serta 26 penari solo yang tampil bergantian.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Martadi, mengatakan seni budaya merupakan salah satu pilar keunggulan Unesa di samping olahraga dan disabilitas. Menurutnya, praktisi seni memiliki tanggung jawab besar menciptakan ekosistem kampus yang mampu menerjemahkan nilai seni secara konkret kepada masyarakat.

“Peringatan World Dance Day 2026 mengingatkan bahwa ketika kreasi tak lagi bebas maka tari hadir sebagai ruang ekspresi lepas. Saat negeri dilanda konflik, tari menjadi ruang solusi dan resolusi. Ketika hati semakin jauh dari Sang Gusti, tari menjadi ruang religi,” ucap Martadi.

Ia menekankan, tari merupakan medium komunikasi dan promosi jati diri bangsa. Tradisi menari tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui event ini, diharapkan para orang tua dan generasi muda kembali menyadari pentingnya menjaga identitas budaya.

Ketua UKM Tari Unesa, Dinda Miswa Safinuriska, menjelaskan tema ‘Estafet Tubuh Menari’ dipilih untuk memberikan dampak berkesinambungan. Setiap manusia memiliki energi unik yang memerlukan medium, dalam hal ini tari, untuk ditransformasikan dari satu individu ke individu lainnya.

“Tahun ini konsepnya berbeda. Jika tahun lalu kami lebih fokus pada garapan drama tari, kali ini kami mengusung ‘estafet tubuh’ yang lebih menekankan pada keberlanjutan energi gerak dari berbagai genre tari,” jelas Dinda.

Melalui pagelaran ini, UKM Tari Unesa berharap pesan pelestarian budaya dapat tersampaikan secara nyata. Tidak hanya bagi para praktisi seni, tetapi juga bagi khalayak umum yang hadir menyaksikan keindahan ragam gerak di panggung Sawunggaling. (medina)

Facebook Comments

POST A COMMENT.