mepnews.id – Universitas Cenderawasih (Uncen) mengembangkan unit usaha mandiri berbasis potensi lokal lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Air Minum Jayapura (AMJ) Robongholo Nanwani Perseroda pada 14 April 2026, di Gedung Kemitraan Abepura.
Dikabarkan situs resmi uncen.ac.id, kegiatan ini difokuskan pada kolaborasi produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merek dagang ‘Uncen Fresh’. Kerja sama ini implementasi Uncen sebagai Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (BLU) dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Direktur Utama PT AM Jayapura, Entis Sutisna, menyatakan bangga atas kemitraan ini. Menurutnya, kolaborasi bukan sekadar urusan bisnis melainkan langkah strategis menghadirkan produk air minum berkualitas bagi masyarakat Jayapura.
“Kami optimistis Uncen Fresh menjadi merek kuat di pasar lokal. PT AM Jayapura siap memberikan dukungan penuh, dari aspek teknologi industri hingga penyediaan air baku dengan harga kompetitif untuk menjamin keberlanjutan produksi,” ujar Entis.
Proses perizinan di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah berjalan. Targetnya, seluruh kelengkapan administrasi dan izin edar rampung dua bulan ke depan, sehingga proses produksi dan pembangunan pabrik mandiri dapat terealisasi dalam satu hingga dua tahun mendatang.
Wakil Rektor II, Ferdinand Risamasu, yang hadir mewakili Rektor, menjelaskan kehadiran Uncen Fresh adalah bagian dari roadmap pengembangan bisnis universitas. Produk ini memanfaatkan sumber mata air pegunungan Papua yang dikenal memiliki kualitas tinggi.
Secara teknis, Uncen Fresh akan hadir dalam dua varian ukuran:Kemasan Cup dan Kemasan Botol 330 ml. Desain kemasannya dirancang untuk membawa identitas institusi dan daerah, dengan dominasi warna kuning khas Uncen, ikon burung Cenderawasih, serta latar belakang pegunungan Papua.
Pihak universitas berharap kerjasama ini menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah. Sinergi ini diharapkan menjadi model percontohan bagaimana dunia pendidikan dan sektor industri dapat berjalan beriringan dalam menciptakan produk lokal yang kompetitif dan berkualitas tinggi. (Pity)


