Mahasiswa Umsura Asal Yaman Gagal Mudik Akibat Perang Iran-Israel

mepnews.id – Sejumlah mahasiswa asal Yaman di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) tidak bisa pulang kampung merayakan Idul Fitri. Mereka terpaksa tetap tinggal di Indonesia karena situasi kawasan Timur Tengah memanas akibat perang antara Iran versus Israel dan Amerika Serikat.

Konflik berdampak terhadap jalur penerbangan internasional termasuk di Yaman. Sejumlah rute penerbangan dibatalkan atau dialihkan karena kondisi keamanan dan penutupan ruang udara. Akibatnya, rute menuju Yaman menjadi sangat terbatas bahkan banyak yang ditutup. Jika ada, harga tiket melambung empat kali lipat dari harga normal.

Khusay, salah satu mahasiswa, terpaksa tak bisa mudik ke Yaman karena perang yang memanas. Padahal, sejak jauh-jauh hari ia sudah merencanakan pulang kampung di momen libur Idul Fitri 2026.

“Alasan pertama adalah perang. Selama waktu perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, kami tidak bisa ke Yaman karena harga tiket pesawat sangat mahal dan tidak ada penerbangan terdekat,” kata mahasiswa Fakultas Teknik Umsura, lewat situs resmi um-surabaya.ac.id.

Khusay bisa saja pulang melalui Mesir karena keluarga besarnya juga ada di Mesir. Namun, ibunya menyarankan ia tetap di Indonesia demi keamanan. “Keluarga saya tidak tinggal di Yaman, tapi di Mesir. Ibu saya sedang di Yaman sekarang. Beliau sedang di Yaman saat perang dimulai. Jadi situasinya memang sulit,” ujarnya.

Abdurrahman Khalid, mahasiswa lainnya, juga harus mengubur mimpi bisa berkumpul keluarganya di Hadramaut, Yaman, akibat perang di Timur Tengah. Meski negaranya tak terlibat perang terbuka dengan Israel atau Iran, namun imbas perang pada stabilitas keamanan negaranya sangat terasa.

“Selama masa ini, tiket untuk ke negara saya naik tiga atau empat kali lipat. Semua bandara utama di sekitar sana, seperti di Dubai, Abu Dhabi, dan Qatar, semuanya tutup karena perang,” kata Khalid.

Ia bisa saja pulang ke Jeddah, di Arab Saudi, menemui keluarga besarnya. Namun, selain alasan keamanan dan harga tiket yang melambung tinggi, durasi libur kuliah yang dianggapnya pendek juga menjadi alasan.

“Saya bisa ke Jeddah karena bandara masih buka. Tapi saat ini saya masih banyak kelas, jadi saya tidak bisa pulang. Ada banyak alasan bagi saya tak pulang. Ada perang, harga tiket mahal dan durasi libur tidak panjang. Itu alasan saya,” imbuh mahasiswa Fakultas Teknik Umsura tersebut.

Saat momen Idul Fitri 2026 tinggal menunggu hari, Khusay dan Abdurrahman Khalid tinggal dan merayakan Idul Fitri bersama empat mahasiswa Yaman lainnya, beserta belasan mahasiswa asal negara lain di asrama mahasiswa asing kawasan Gunung Anyar Surabaya.

Facebook Comments

Comments are closed.