mepnews.id – Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Nazaruddin Malik MSi meresmikan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PASIMAS) Fetomone di Desa Tliu, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, 10 Februari 2026.
Dikabarkan situs resmi umm.ac.id, program ini hasil kerja sama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Danone Indonesia, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTT, serta UMM dan Universitas Muhammadiyah Kupang.
Peresmian berlangsung khidmat dan sarat kearifan lokal. Rombongan disambut ketua adat Desa Tliu diiringi tarian dan sambutan khas sebagai simbol penerimaan dan penghormatan masyarakat kepada tamu. Suasana tersebut menggambarkan keterbukaan masyarakat desa terhadap program pembangunan yang berangkat dari kebutuhan riil warga.
Prof Nazaruddin Malik, yang juga menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, UM Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Manado, menegaskan program ini bukan sekadar pembangunan fisik. “Air adalah sumber kehidupan. Di daerah seperti NTT, menghadirkan air bersih berarti membuka peluang hidup lebih layak, lebih sehat, dan lebih bermartabat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sarana air bersih yang diresmikan merupakan hasil kerja panjang dan kolaboratif, mulai dari proses penemuan mata air hingga pengembangan menjadi sarana penunjang utama kebutuhan pengairan dan konsumsi masyarakat desa. Di NTT, tidak mudah menemukan sumber air yang layak dan berkelanjutan.
Desa Tliu tergolong terpencil dengan keterbatasan akses infrastruktur. Meski demikian, semangat pendidikan terus tumbuh. Di desa tersebut telah berdiri SD Muhammadiyah yang menjadi pusat pembelajaran anak-anak setempat.
Secara pribadi, Prof Nazarurin juga memberikan bantuan dana pengembangan SD Muhammadiyah Tliu, beasiswa pendidikan sarjana kepada Kepala Desa setempat, serta dukungan sarana perpustakaan. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin anak-anak Desa Tliu memiliki mimpi besar dan akses yang sama untuk meraihnya,” tegasnya.
Kepala Desa Tliu menyambut baik kehadiran program PASIMAS Fetomone. “Bagi kami, air bersih bukan sekadar fasilitas, tetapi harapan baru. Program ini sangat berarti bagi kehidupan masyarakat Desa Tliu.”
Melalui pengembangan sarana air bersih berbasis masyarakat, UMM berharap PASIMAS Fetomone menjadi model pemberdayaan desa berkelanjutan, memperkuat kualitas hidup masyarakat, serta mendorong pembangunan pendidikan dan sosial di wilayah Nusa Tenggara Timur. (Wildan)


