FISIP UMJ Simulasi Sidang MU PBB

mepnews.idProgram Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ) menyelenggarakan Simulasi Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU PBB) di Gedung FISIP UMJ, 8 Januari 2026.

Dikabarkan situs resmi umj.ac.id, simulasi ini bagian dari tugas akhir mata kuliah Praktik Diplomasi. Sebanyak 27 mahasiswa berpartisipasi dalam simulasi tersebut. Mereka tampil dengan busana formal layaknya delegasi PBB. Laki-laki mengenakan jas dan dasi, perempuan mengenakan pakaian resmi. Duduk berhadapan dengan bendera negara yang diwakili, setiap delegasi menyampaikan pidato resmi sesuai isu-isu strategis yang menjadi agenda sidang pada September 2025. Seluruh rangkaian dilaksanakan menggunakan bahasa Inggris.

Pimpinan sidang dipercayakan kepada Khalid Maulana. Dalam pidato pembukaan, Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik itu menekankan urgensi Sidang MU PBB sebagai ruang dialog global. “Sidang merupakan forum penting bagi negara-negara anggota untuk menyuarakan kepentingan nasional sekaligus mencari solusi kolektif atas persoalan dunia,” ujarnya.

Sidang dilanjutkan dengan penyampaian pesan Sekretaris Jenderal PBB yang diperankan Zazkia Dwi. Dalam pidatonya, Zazkia menyampaikan kutipan pidato Sekjen PBB Antonio Guterres. “The United Nations is more than a meeting place. It is a moral compass. A force for peace and peacekeeping. A guardian of international law. A catalyst for sustainable development. A lifeline for people in crisis. A lighthouse for human rights. A centre that transforms your decisions – the decisions of Member States – into action.” 

Selanjutnya, pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada masing-masing delegasi menyampaikan pandangan resmi. Pemanggilan delegasi dilakukan berdasarkan urutan alfabet nama negara dalam bahasa Inggris, sebagaimana di Sidang Majelis Umum. Para delegasi, yang merepresentasikan kepala negara atau pejabat tinggi seperti presiden, perdana menteri, dan menteri luar negeri, menyampaikan sikap negaranya terhadap isu-isu global.

Perwakilan Indonesia yang memerankan Presiden Prabowo Subianto. Pidatonya ditutup dengan sapaan khas yang disambut tepuk tangan meriah. “Thank you, terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Salve, Om Shanti Shanti Shanti Om. May peace be upon us all,” ujarnya. (Dian Fauzalia)

Facebook Comments

Comments are closed.