mepnews.id – Kondisi yang belum juga membaik di kawasan bencana Sumatera membuat tim relawan Universitas Syiah Kuala (USK) mengerahkan bantuan kemanusiaan di berbagai sektor.
Dikabarkan stus remi usk.ac.id edisi 26 Desember 2025, tim USK menjangkau 483 anak terdampak bencana di tiga kabupaten – Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang – melalui kegiatan pembelajaran darurat dan psikososial inklusif. Program yang memasuki minggu ketiga sejak 8 Desember 2025 ini memastikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga menerima pendampingan.
“Ini bentuk komitmen USK agar tidak ada anak yang tertinggal dalam upaya pemulihan pascabencana. Kegiatan ini melibatkan 20 dosen serta 98 mahasiswa/relawan USK,” ungkap Rektor Prof Dr Ir Marwan.
Di Kabupaten Bireuen, relawan USK membersamai seorang ABK berusia 18 tahun untuk dapat berinteraksi dan beraktivitas dengan penuh semangat bersama anak-anak lainnya.
Di Bireuen, tim USK menjangkau 160 anak dari lima desa, dengan lokasi kegiatan dipusatkan di Posko Blang Panjoe Peusangan dan Posko Kuta Blang. Di Pidie Jaya, kegiatan menjangkau 273 anak di SD Negeri 2 Meureudu dan SMP Negeri 1 Meureudu. Di Aceh Tamiang, 50 anak mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Desa Kota Lintang.
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Duta Kampus USK juga turun menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Pante Bidari dan Kecamatan Lapang pada 20 – 24 Desember. Para Duta Kampus USK membagikan sembako, perlengkapan mandi dan tidur, serta cangkul dan sekop yang dibutuhkan warga untuk membersihkan puing sampah, lumpur dan gelondong kayu.
Di sela-sela penyaluran bantuan, para mahasiswa berbincang dengan warga, mendengarkan cerita kehilangan, dan membantu membersihkan lingkungan yang dipenuhi lumpur.
Ketua Umum UKM Duta Kampus USK, Hafiz Daniel, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Satgas Senyar USK sebelum terjun ke lapangan, guna memastikan bantuan disalurkan ke wilayah yang belum tersentuh maksimal. “Kami sadar bantuan ini belum sepenuhnya mencukupi. Kami berharap bisa sedikit meringankan beban,” ujar Hafiz.


