Aksi Kemanusiaan UTA 45 Jakarta untuk Sumatera

mepnews.id – Universitas 17 Agustus 1945 (UTA 45) Jakarta menggelar aksi kemanusiaan bertajuk ‘UTA 45 Peduli Sumatera’. Aksi ini bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Leo, ketua Panitia Pelaksana UTA 45 Peduli Sumatera, menjelaskan bakti sosial ini melibatkan pembentukan tim relawan mahasiswa untuk membantu masyarakat terdampak bencana. “Fokus kegiatan kami membantu saudara-saudara kita di Sumatra membutuhkan bantuan akibat bencana,” kata Leo, 22 Desember 2025.

Panitia menggalang donasi berupa pakaian layak pakai, makanan, obat-obatan, serta uang. Pengumpulan bantuan tidak hanya dilakukan di lingkungan kampus, tetapi juga di masyarakat. Panitia membuka posko pengumpulan donasi di depan Kampus UTA 45 Jakarta, juga di kawasan lampu merah Sunter serta terminal dan stasiun di wilayah Tanjung Priok.

Rizki, salah satu mahasiswa UTA 45 Jakarta asal Sumatra, mengaku kegiatan ini memiliki arti penting baginya karena memiliki kerabat yang terdampak langsung bencana. “Aku dapat kabar dari saudara, kondisi di sana masih sulit. Bantuan makanan dan obat-obatan sangat dibutuhkan. Kegiatan ini seenggaknya bisa membantu meringankan beban mereka,” ungkapnya.

Saat ini, panitia menghadapi tantangan dalam proses distribusi bantuan, terutama terkait keterbatasan armada pengiriman. Beberapa jalur menuju lokasi posko di Sumatera belum dapat diakses oleh ekspedisi pengiriman barang. Untuk mengatasi kendala tersebut, panitia berkoordinasi dengan salah satu alumni UTA 45 Jakarta yang tinggal di dekat wilayah terdampak bencana guna membantu penyaluran bantuan agar tepat sasaran.

“Kami berharap bantuan yang kami kirimkan bisa sampai dan bermanfaat bagi para korban, meskipun jumlahnya belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan mereka,” kata Leo.

Pihak kampus UTA 45 Jakarta turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini dengan mengizinkan pelaksanaan aksi kemanusiaan sebagai bagian dari media pembelajaran mahasiswa, khususnya dalam menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, dan nilai kemanusiaan.

Panitia mengajak seluruh civitas akademika serta masyarakat untuk ikut peduli terhadap sesama. Menurutnya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi para korban bencana. (Intan)

Article Tags

Facebook Comments

Comments are closed.