mepnews.id – Dalam kondisi serba darurat, di tengah kepungan lumpur pasca banjir, relawan medis di Posko Satgas Bencana Tim Universitas Airlangga (Unair ) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, membantu kelahiran seorang bayi. Klinik Abah, yang dijadikan posko kesehatan umum, menjadi ruang persalinan darurat.
Posko gabungan ini melibatkan tim Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), RSUD dr. Soetomo Surabaya, bekerja sama dengan PERDATIN, PABOI, IPOTI, IDI Cabang Surabaya, dan Mer-C.
Pada pukul 07.00 15 Desember, Ny. R berusia 19 tahun warga Desa Bukit Rata datang ke posko karena kontraksi perut intens dan pecah ketuban. Sebelum bencana banjir, ia rutin memeriksakan kehamilan di Klinik Abah. Maka, ketika tanda-tanda persalinan muncul, ia kembali ke tempat yang kini menjadi posko kesehatan Tim Unair.
Kondisi kesehatan Ny R umumnya normal, namun kondisi lapangan jauh dari ideal karena keterbatasan sarana. Lettu Laut (K) dr Andre Prasetyo Mahesa, Residen Ilmu Penyakit Dalam FK Unair yang bertugas sebagai penanggung jawab posko, mengungkapkan, “Listrik yang belum stabil sehingga proses observasi dan pengawasan jadi terbatas. Ketiadaan ada alat bantu napas bayi dan infant warmer juga menjadi kekhawatiran tersendiri.”
Tim menggunakan genset pembangkit listrik agar proses persalinan berlangsung aman. Dr Aniq, dr Manilla bidan April dan bidan Disya dari RS Unair melakukan pertolongan persalinan saat tiba waktunya. Bayi lahir dalam kondisi baik dan menangis spontan. Dr Mery SpA dari IDI Cabang Surabaya memastikan kondisi bayi baik.
Sementara itu, relawan Rumah Sakit Ksatria Airlangga (RSKKA) memberikan layanan kesehatan di Sumatera Barat. Dr Sofia, salah seorang relawan RSKKA, memaparkan tim antara lain menangani masalah kesehatan kejiwaan terutama gangguan penyesuaian dan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Selain pada orang dewasa, mereka juga memberikan pelayanan pada anak-anak trauma akibat bencana.
Berkolaborasi dengan tim dari UNP, UB, dan UMM, relawan RSKKA memberikan pelayanan trauma healing pada anak-anak di Desa Talago, pada 16 Desember. “Trauma healing kami lakukan dengan mengisi kegiatan anak-anak, antara lain story telling tema keberanian, kegiatan menggambar, berekspresi, serta menceritakan gambar yang dibuat, dan menyanyi bersama.”
Selain kesehatan, tim Tanggap Darurat Bencana Unair juga membuka isolasi komunikasi. Di antara rumah yang rusak akibat banjir dan longsor, dosen dan mahasiswa FTMM melakukan instalasi solar panel dan Starlink di di Jorong Limo Badak, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada 17 Desember.
Yoga Uta Nugraha ST MT, dosen FTMM, menjelaskan titik lokasi pemasangan dipilih sesuai arahan Pemerintah Kabupaten Agam dan BNPB. “Kami melakukan survei dan melihat kondisi langsung di lapangan. Setelah itu, kami mendapatkan satu titik di Jorong Limo Badak di atas bukit dengan penduduk sekitar 220 KK. Ada masjid yang digunakan sebagai tempat berkumpul dan evakuasi masyarakat terdampak, juga sebagai posko bantuan dan dapur umum.”

Solar panel dipasang di atap masjid untuk membantu pengadaan energi listrik.
Uta dan tim melihat kebutuhan energi, terutama aliran listrik, sehingga berdampak pada mandeknya jaringan komunikasi masyarakat. “Mereka tidak mendapatkan aliran listrik sehingga otomatis tidak bisa mendapatkan saluran komunikasi. Oleh karena itu, kami memasang solar panel dan jaringan komunikasi Starlink di masjid tersebut,” katanya.
Mereka memasang solar panel dengan kapasitas 5.000 Watt peak (Wp). Kapasitas itu bisa untuk memenuhi energi bagi sistem pompa air yang dibangun tim FST Unair, serta membantu stabilitas listrik di dapur umum lokasi terdampak.


