Program Gamasya untuk Berdayakan UMKM

mepnews.id – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (LAZIS) Nurul Falah terus menunjukkan komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui program Gerakan Masyarakat Berdaya (Gamasya) dari zakat produktif, LAZIS Nurul Falah memberikan modal usaha dan pelatihan pada para mustahik.

Salah satu bentuk nyata program ini adalah pemberian modal usaha senilai Rp 50 juta kepada 15 UMKM binaan LAZIS Nurul Falah pada selasa 27 Agustus 2024. Dana tersebut untuk membantu pengembangan usaha yang dikelola para mustahik. Diharapkan, mustahik yang di antaranya guru ngaji dan dhuafa ini bisa meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan memperluas pasar.

Dalam salah satu sesi pelatihan yang diadakan LAZIS Nurul Falah, Ahmad Ajib Ridlwan, kepala Program Studi Ekonomi Islam Universitas Negeri Surabaya, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha. “Kita tidak boleh malu dengan apa yang kita jual. Makanya, manfaatkan teknologi untuk upload story Whatsapp,” ujarnya.

Pelatihan tidak hanya fokus pada aspek teknis kewirausahaan, tetapi juga membentuk rasa kepedulian sosial di kalangan peserta. “Jangan takut meraih hal yang lebih besar. Jangan takut berbagi. InshaAllah, dengan membantu sesama, pasti Allah SWT membantu kita,” imbuhnya.

Islam menganjurkan saling menolong dalam kebaikan. Sedikit banyak harta yang disedekahkan dengan niat ikhlas, Allah SWT akan memberikan pahala berlipat. Harta yang disedekahkan akan membantu saudara kita yang membutuhkan.

Ustaz Yan Putra Timur SE MSEI, tim pendamping UMKM LAZIS Nurul Falah yang juga dosen Universitas Negeri Surabaya, menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan dalam bisnis. Jika memiliki pandangan pengetahuan berkelanjutan, kita dapat merencanakan tujuan bisnis sehingga usaha yang dijalankan terus mengalami inovasi dan beradaptasi.

Rosa Prafitri Juniarti, dosen Universitas Negeri Surabaya yang menjadi pemateri, memberikan insight tentang bagaimana produk dapat dinilai oleh banyak orang dan menjadi pembeda di pasar.  “Dengan unik dan menarik, produk akan menjadi salah satu faktor peningkatan pertumbuhan UMKM. Keunikan dan daya tarik produk adalah faktor kunci dalam menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan.”

Program pemberdayaan UMKM melalui zakat produktif ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi para mustahik. Dengan modal usaha dan pelatihan, para mustahik diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan taraf hidup mereka, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian lokal.

LAZIS Nurul Falah bersama FEB Universitas Negeri Surabaya akan melakukan pendampingan secara intensif pada UMKM binaan. LAZIS Nurul Falah terus berupaya memperluas jangkauan program pemberdayaan dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan pelatihan lebih komprehensif.

Program Gamasya dari LAZIS Nurul Falah menunjukkan, zakat tidak hanya bisa untuk konsumsi, tetapi juga untuk pemberdayaan ekonomi. Dengan demikian, zakat bisa menjadi salah satu solusi mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan program ini dapat menjadi model pemberdayaan UMKM yang sukses dan dapat diterapkan di berbagai daerah lainnya.

 

Facebook Comments

Comments are closed.