mepnews.id – Telkom University berkolabroasi dengan Desa Berdaya Foundation melakukan corporate social responsibility(CSR) mendukung pemberdayaan masyarakat di RW 08 Desa Panyileukan, Kota Bandung.
Dikabarkan situs resmi telkomuniversity.ac.id edisi 23 Mei 2024, kegiatan budidaya ikan dengan hidroponik dan akuaponik berbasis teknologi sensor dan Internet of Things (IoT) sebagai wujud ketahanan pangan ini dilakukan pada 5 Mei 2024. Ini bentuk inisiasi Telkom University sebagai bagian dari komunitas pendidikan yang bertanggung jawab terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Prof. Indrarini Dyah Irawati, ketua tim implementator, memaparkan teknologi sensor yang terintegrasi pada sistem hidroponik dan akuaponik mencakup sensor pH, suhu dan kekeruhan. Sensor ini ditempatkan di lokasi strategis untuk memantau kondisi air secara real-time.
“Integrasi ESP32 sebagai mikrokontroler memberikan kemampuan pengolahan data dan pengiriman informasi melalui komunikasi LoRa Wireless dengan jarak jangkauan luas. Dengan demikian, informasi mengenai parameter air seperti pH, suhu dan kekeruhan dapat dikumpulkan dengan akurat dan efisien,” jelasnya.
Ketua Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom University, Dr Runik Machfiroh, menyampaikan program ini muncul sebagai solusi untuk mengatasi permasalah di Desa Panyileukan. Program ini sejalan dengan prinsip SDGs, terutama SDG 6 Clean Water and Sanitation, SDG 7 Affordable and Clean Energy, SDG 15 Life on Land dan SDG 16 Peace, Justice and Strong Institutions.
“Potensi dari program ini adalah menciptakan dampak positif berkelanjutan dan menjadikan program ini sebagai percontohan model pembangunan inklusif di Desa Panyileukan,” jelasnya.
Runik menjelaskan, program ini tidak hanya mencakup integrasi hidroponik dan akuaponik serta pemantauan ekosistem berbasis IoT, tetapi melibatkan pemberdayaan masyarakat lokal. Melalui partisipasi aktif masyarakat, diharapkan terjadi perubahan positif dalam pengelolaan akuaponik, juga dalam kualitas hidup dan keterlibatan masyarakat dalam program ini.
Direktur Desa Berdaya Foundation, Noor Yahya Mohamad, menyampaikan Desa Panyileukan memiliki lokasi strategis di kawasan Bandung. Dengan letak yang dekat pusat kota, aksesibilitas yang baik dan lingkungan alam yang potensial, desa ini seharusnya menjadi sumber daya berharga untuk pembangunan wilayah.
“Desa Panyileukan ini memiliki potensi yang besar, namun masyarakatnya mungkin belum sepenuhnya dapat mengoptimalkan. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterbatasan akses ke pelatihan atau sumber daya pendidikan,” jelasnya.
Dalam memandang potensi dan tantangan yang dihadapi Desa Panyileukan, program CSR muncul sebagai jawaban inovatif terhadap berbagai permasalahan. Temuan utama yang menjadi prioritas permasalahan yaitu minimnya penggunaan teknologi
Ketua RW 08 Desa Panyileukan menyampaikan, melalui kegiatan ini banyak warga yang telah merasakan manfaatnya. Lima puluh kepala keluarga telah menerima manfaat dari program ini.
“Kami berharap, pemberdayaan masyarakat lokal bisa mendukung kesuksesan program ini. Teknologi yang diberikan dapat menciptakan ekosistem lingkungan berupa kualitas air bersih untuk pelastarian budidaya ikan,” jelasnya. (Sonia Dewi)


