mepnews.id – Korban bencana alam galodo (banjir bandang lahar dingin) di Sumatera Barat hingga Kamis pagi 16 Mei 2024 tercatat 67 orang meninggal, 20 orang masih belum ditemukan, 44 orang luka-luka. Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat, 989 KK terdampak bencana yang terjadi di sekitar Gunung Marapi, Kabupaten Agam, dan sekitarnya pada 11 Mei itu.
Menanggapi musibah berupa banjir dan longsor di sejumlah titik di Sumatera Barat itu, para seniman dan kalangan akademis ambil tindakan.
Dikabarkan situs resmi unp.ac.id, Universitas Negeri Padang (UNP), berkolaborasi dengan Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek dan Yayasan AKAR Indonesia, akan mengelar Konser Musik Amal Kebangsaan dengan tajuk ‘Pray for Sumbar’ pada 18 Mei. Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB di Alun-alun Depan Rekorat UNP Kampus Air Tawar Padang itu menghadirkan sejumlah seniman dan musisi nasional.
Rektor UNP Prof Ganefri PhD mengatakan, “Ada dua agenda nasional yang diselenggarakan di UNP. Pertama, acara Pertemuan Majelis Rektor PTN se-Indonesia yang dihadiri 76 rektor PTN. Kedua, Festival Kebangsaan yang diisi kegiatan Dialog Kebangsaan, Pameran Inovasi mahasiswa dan Konser Musik Amal Pray for Sumbar. Menampilkan sejumlah musisi nasional, kita akan gunakan momen ini untuk mengumpulkan dana untuk meringankan beban saudara kita yang dilanda musibah. Selain itu, UNP telah mendirikan Posko di Lokasi Bencana dan menyerahkan bantuan. Saat ini sivitas UNP juga mengumpulkan dana.”
Pada agenda Festival Kebangsaan, akan hadir musisi dan budayawan seperti Once Mekel, Dwiki Darmawan, Sandy Canester, Riri Riza, Yusuf Raharjo, Sujiwo Tejo, Mirabeth Sonia, Al Zastrou, Ki Ageng Ganjur, Ridho Slank, Alfey Reff dan Novia Bachmit. Pada kegiatan musik Jumat malam, ada acara Welcome Party MRPTNI bersama grup Darak-Badarak dan Penampilan sendratari koregorafer nasional Indrayudha dan Tim FBS UNP.
Pada saat yang sama, Pusat UTBK UNP pada 15 Mei juga menerima lima peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) pindahan dari Pusat UTBK Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Lima peserta dipindahkan akibat terimbas bencana banjir bandang terjadi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar.
Koordinator Pelaksana UTBK UNP, Dr Asrul Huda SKom MKom, merinci, “Mereka dari Sicicin, Kayu Tanam dan Pariaman. Karena jalan putus di Lembah Anai (Jalan Raya Padang – Padang Panjang), mereka tidak bisa menuju Padang Panjang. Lalu mereka membuat laporan di Pusat UTBK di sana, dan mereka diarahkan oleh pusat untuk melaksanakan ujian di UNP.”
Mengingat ini merupakan musibah, Dr Asrul Huda menegaskan UNP siap mengakomodir proses pelaksanaan kelima peserta yang terdampak banjir bandang itu. “Kami sudah rapat dengan panitia dari Jakarta. Karena berita ini juga nasional, mereka paham kondisinya. Kami juga siap mengakomodirnya,” tambahnya.


