Dahsyatnya Fikir yang Mengendalikan Fikiran

Oleh: Budi Winarto

mepnews.id – Tiba-tiba, whatsApp di telepon seluler saya berdering. Ada notifikasi di grup keluarga kami. Ternyata pesan dari anak sulung kami yang melanjutkan pendidikan di boarding school. Isi pesannya; “Doakan ya semoga akuh besok tasmi 1 juz-nya lancar ‘cek iso’ lanjut ke juz yang ke-11.”

Melihat isi chat bahasa gaul anak kami, tentu hati saya langsung bergetar beriring tebaran doa agar apa yang akan dilakukan mendapatkan ridho dan keberkahan Allah swt. Semua anggota keluarga mendoakan dengan khusu’. Saya selaku ayah mendoakan dan memberikan motivasi untuk menguatkan.

Saya memberikan penguatan karena yakin dengan kekuatan fikiran. Saya percaya keyakinan adalah kunci kesuksesan. Setelah menetapkan keyakinan, iringi dengan ikhtiar yang kuat sebagai bentuk perjuangan. Tapi, jangan lupa untuk terus melibatkan Tuhan dalam segala urusan.

Pernahkah Anda mencoba memanfaatkan kekuatan fikiran?

Yang disebut fikiran itu hanya satu tetapi memiliki dua karakteristik; fikiran sadar dan fikiran bawah sadar. Keduanya memiliki fungsi berbeda. Fungsi pikiran sadar adalah melakukan analisa, membandingkan informasi, mengambil keputusan, serta memberikan perintah pada fikiran bawah sadar. Kekuatan fikiran sadar hanya mempengaruhi 12 persen pengendalian seluruh tubuh. Sebaliknya, kekuatan terbesar terletak pada fikiran bawah sadar. Kekuatan fikiran bawah sadar adalah 88 persen mempengaruhi seluruh tubuh.

Sayangnya, tidak banyak orang mampu memaksimalkan kekuatan fikiran bawah sadar. Mengapa?Ada banyak faktor. Antara lain, faktor lingkungan serta seberapa banyak stok data yang tersimpan di otak bawah sadar.

Fikiran bawah sadar berfungsi sebagai pusat memori, kebiasaan, intuisi serta seni. Segala kekuatan terbesar dan kebijaksanaan berada di fikiran bawah sadar. Maka, jika manusia bisa memaksimlakan kekutan fikiran ini, sangat mungkin ia mewujudkan keinginannya.

Fikiran bawah sadar lebih kuat dibanding dengan fikiran sadar. Tubuh manusia bergerak sesuai kebiasaannya. Nah, kebiasaan itu diatur fikiran bawah sadar. Semua sudah terprogram secara berkala sejak janin hingga saat ini. Semua data yang diperoleh lewat pengalaman terekam sempurna pada fikiran bawah sadar. Selanjutnya, semua rekaman akan menjadi acuan dalam melakukan aktivitas, juga dalam cara berfikir. Jadi, fikiran bawah sadar sangat mempengaruhi seluruh aktivitas tubuh.

Seperti yang disampaikan sebelumnya, fikiran sadar bertugas memberikan perintah kepada fikiran bawah sadar. Ketika manusia dihadapkan pada masalah, fikiran sadar bisa mencoba memberikan kontribusi dalam menentukan mampu atau tidaknya ia melakukan hal tersebut.

Maka, apa pun yang fikiran sadar katakan, itu menjadi perintah kepada fikiran bawah sadar. Misalnya, ketika fikiran sadar mengatakan “bisa”, maka fikiran bawah sadar akan memaksimalkan kekuatan dan potensi tubuh untuk bisa mencapai tujuan sesuai perintah fikiran sadar.

Lewat doa dan motivasi, saya coba transfer ke anak saya ‘hegemoni’ kekuatan fikiran itu. Saya mencoba merobah kalimat negatif yang ada dalam fikirannya dengan kalimat positif. Maka, setelah berdiskusi panjang lebar via jagad dunia, nasihat diakhiri dengan, “Sekarang kamu tinggal menunggu dari kesungguhan proses yang sudah dijalankan. Tinggal berdoa. Ibumu ridho. Semoga dengan ridho kami maka Allah Swt juga ridho.” Begitu chat dari mamanya sebagai penutup.

Sore hari, datang chat yang sangat kami tunggu. Oza anak sulung kami mengirim pesan, “Alhamdulillah, lancar.”

Chat pendek; tak sepanjang di awal saat dia minta doa. Meski pendek, maknanya singgah di kedalaman hati kami yang memicu kedamaian jiwa.

Dari apa yang saya rasakan, saya meresapi semua karunia yang diberikan-Nya sambil merenung tentang dahsyatnya kekuatan fikiran. Kekuatan fikiran bisa untuk merubah, mengendalikan dan membantuk tindakan dan rasa. Tetapi, yang harus tetap menjadi kontrol diri, semua kejadian adalah atas ijin Allah Swt.

Dengan menggerakkan fikiran sadar menyusup ke alam bawah sadar, saya harus memiliki kesadaran atas nasihat atau apa pun yang akan saya berikan. Jangan sampai motivasi atau nasihat itu menjadi Pop Corn Brain.

Apa itu Pop Corn Brain? Pola respon otak yang hanya kuat hingga meletup-letup di depan layar, tetapi tidak mampu merespon dunia nyata. Bersemangat hanya di fikiran, tetapi nihil di aplikasi atau tindakan. Ini bisa membahayakan.

Wallahu’alam bishawab.

Facebook Comments

Comments are closed.