Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Tanggal 2 Januari diperingati sebagai World Introvert Day. Apakah Anda sudah tahu?
Ya, peringatan ini digagas Felicitas Heyne, psikolog dan penulis dari Jerman. Tujuannya, demi meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sifat ‘introvert‘. Juga untuk memberikan pemahaman bahwa orang introvert juga layak diberi apresiasi atas pencapaian yang telah dilakukan.
Saya juga ingin menekankan, introvert dan extrovert bukan mengacu pada sifat atau bahkan karakter seseorang.
Banyak yang beranggapan orang yang introvert itu memiliki kepribadian tertutup, pemalu, atau antisosial, sedangkan orang extrovert itu terbuka, suka berteman dan menyenangkan.
Anggapan tersebut jelas tidak tepat. Seorang introvert bisa saja menjadi ‘social butterfly‘ pada level tertentu. Ia bukan melulu seorang tertutup dan pemalu.
Carl Jung, psikolog pencetus teori kepribadian, menyatakan bahwa introvert dan extrovert adalah tentang bagaimana orang mendapatkan dan menghabiskan ‘energi psikis’ mereka.
Seorang introvert secara otomatis akan merasa ‘recharged‘ atau mendapatkan energi dengan lebih banyak menghabiskan waktu sendiri, merefleksikan apa yang terjadi setiap hari, dan melakukan ‘inner journey‘.
Sebaliknya, ketika seorang extrovert butuh me-‘recharge‘ diri maka ia akan lebih nyaman saat berada bersama orang lain dan berinteraksi dengan mereka (keluarga, teman, atau di situasi dengan banyak orang).
Pembaca yang budiman, sebenarnya nanyak hal bisa dibahas dari topik ini. Termasuk soal stigma bahwa seorang introvert tidak bisa jadi pemimpin/leader, karena dianggap kurang bisa ‘tampil’. Padahal, banyak orang besar adalah introvert. Albert Einstein, Mahatma Gandhi, Mark Zuckerberg, adalah sebagian kecil contohnya.
Jadi, kalau Anda;
- lebih suka ‘work in silent‘ atau ‘behind the scene‘,
- lebih bisa mengungkapkan pikiran lewat tulisan (texting) dibanding lisan (calling),
- sangat nyaman melakukan banyak hal sendirian,
- lebih suka menjadi pendengar yang baik
berarti kemungkinan besar Anda termasuk dalam golongan 40% populasi introvert di dunia.
Meski demikian, introvert atau tidak, tetaplah jadi diri sendiri!
Kita adalah bagian dari umat manusia yang tetap bisa memberikan manfaat untuk banyak orang!


