mepnews.id – Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menyatakan sikap membela dan mendukung kemerdekaan Palestina, menyerukan serangan Israel dihentikan, dan menyatakan kesiapan menerima dan memberikan beasiswa bagi pelajar dari Palestina.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Rektor I Dr Muhammad Hadi MKep, dalam Seminar dan Aksi Solidaritas untuk Gaza Palestina yang digelar di Aula Kasman Singodimedjo, 31 Oktober 2023.
“Sudah selayaknya kita menggairahkan atau meningkatkan rasa kepedulian pada rakyat Palestina. Sebagai civitas UMJ, sudah selayaknya kita mendukung masyarakat Palestina saat mereka mengalami kesulitan,” ungkap Hadi, dikutip situs resmi umj.ac.id.
Seminar yang digagas Prodi Ilmu Politik dan Prodi Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMJ ini bertema Menguatkan Kebijakan Indonesia ke Palestina. Digelar secara hybrid, pesertanya mahasiswa Ilmu Politik FISIP UMJ dan masyarakat umum.
Narasumber antara lain Dr Ahed Abu Al Atta direktur Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban, Ledia Hanifa Amaliah SSi MPsiT anggota DPR Fraksi PKS, Edi Muktiono direktur fundraising PP Muhammadiyah, dan Dr Sumarno dosen Ilmu Politik FISIP UMJ. Kaprodi Ilmu Politik Dr Usni turut hadir. Dr Asep Setiawan MA jadi selaku moderator.
Ledia menyatakan, pemerintah telah melakukan upaya melalui jalur diplomasi dan kebijakan untuk menghentikan Israel melakukan serangan. “Pembelaan kita terhadap rakyat Palestina merupakan bagian dari konstitusi. Dalam Pembukaan UUD NRI 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa,” tegas Ledia.
Membantu Palestina bukan hanya karena identitas sesama muslim, tetapi Indonesia memiliki utang sejarah. Di antara negara-negara Konferensi Asia Afrika 1955, hanya Palestina yang belum meraih kemerdekaan.
Dr Ahed menegaskan, warga Palestina memiliki hak untuk bebas. Eskalasi yang dilakukan Israel semakin meningkat, salah satunya dilihat dari upaya membagi Masjidil Aqsha bagi umat muslim dan Yahudi.
Ahed gembira dapat bergabung dalam seminar. Ia berpesan pada mahasiswa khususnya FISIP UMJ agar memberikan bantuan dan dukungan dalam bentuk kampanye media sosial untuk melawan berita palsu tentang kondisi Palestina, melakukan aksi demonstrasi, dan upaya-upaya lainnya.
“Pada para mahasiswa, insyallah kalian menjadi pemimpin masa depan yang memiliki peran terhadap bangsa ini dan Palestina. Rakyat Palestina membutuhkan bantuan dan dukungan. Maka berikanlah bantuan sebisa mungkin,” ungkapnya.
Sumarno menjabarkan persoalan Palestina dari perspektif sejarah. “Dalam perspektif Islam, amat jelas bahwa kita harus peduli. Bukan hanya karena Palestina memiliki kesejarahan luar biasa, tapi juga karena sesama muslim. Ini juga persoalan kemanusiaan. Maka, lakukan apa yang bisa kita lakukan. Misalnya donasi,” kata Sumarno.
Dalam hal donasi, telah teralokasikan dana lebih dari 27 miliar rupiah. Menurut Edi Muktiono, bantuan ini belum cukup. Oleh karenanya, Edi mengajak seluruh peserta seminar memberikan donasi melalui Lazismu. (Dian Fauzalia)


