VITAGLISE untuk Cegah Serangan Jantung Koroner

mepnews.id – Mahasiswa Universitas Andalas lintas program studi menciptakan prototipe inovatif untuk membantu pencegahan penyakit jantung koroner. Alat elektronik terintegrasi dengan internet ini dinamakan VITAGLISE.

Situs resmi unand.ac.id edisi 19 Oktober 2023 mengabarkan, mahasiswa yang terlibat adalah Muhammad Salman Ikhsan (Teknik Elektro angkatan 2020), Ramadhani (Teknik Elektro 2020), Adam Fitrah (Biomedis 21), Nur Aisyah Alkhairiah (Psikologi 22), dan Rahmad Fajral Ilhami (Biomedis 22), didampingi dosen Hanalde Andre ST MT (Teknik Elektro).

Salman, selaku ketua tim mengemukakan, VITAGLISE singkatan dari Vital Signs Integrated Wearable for Glucose, Lipids, and Electrocardiogram.

“Inovasi ini dirancang dalam bentuk pakaian, sarung tangan, bantal leher panas untuk terapi, dan terapi laser dalam bentuk jam tangan,” ujarnya. “Desain ini memastikan alatnya dapat digunakan dengan praktis sehari-hari.”

Yang membuat alat ini unggul adalah integrasinya dengan Internet of Things (IoT). “Data dari alat ini dapat diakses melalui website dan aplikasi, memungkinkan pemantauan lebih efektif dan memudahkan akses informasi bagi pasien,” sambungnya.

Aplikasi bot telegram juga memberikan notifikasi peringatan dan saran ketika ada faktor risiko tinggi gangguan jantung koroner. Muncul notifikasi yang ditujukan kepada pihak keluarga atau dokter agar dapat penanganan cepat jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

“VITAGLISE juga menggunakan terapi teknologi laser tingkat rendah dan terapi panas,” ujarnya.

Terapi ini membantu pasien mengurangi penumpukan plak di pembuluh darah koroner dan mencegah kekambuhan penyakit jantung. Dengan sensor laser dioda merah dan kain fabric yang menghasilkan panas terkendali, terapi ini aman dan efektif.

Menurutnya, desain dari alat ini masih dalam bentuk prototipe/dalam tahap pengembangan. Ke depan, prototipe alat ini dibuat dengan bentuk lebih ergonomis supaya nyaman dan mudah digunakan sehari-hari.

VITAGLISE dikembangkan dan diimplementasikan dengan dana dari Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) karena telah lolos seleksi pendanaan pada Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKMKC) 2023.

Dosen Pendamping Hanalde Andre mengatakan, kerja keras mahasiswa ini diharapkan dapat membawa manfaat besar. Tidak hanya bagi masyarakat secara umum dalam pencegahan penyakit jantung koroner, tetapi juga bagi ekonomi dan dunia medis.

“Alat ini diharapkan dapat membantu semua kalangan masyarakat dalam memonitor kesehatan dengan cepat dan tanpa biaya besar, serta memberikan bantuan signifikan kepada dokter dalam penanganan penyakit jantung koroner,” jelasnya.

 

 

Facebook Comments

Comments are closed.