Bagi Orang Lithuania, Suhu -20 Masih Kategori Hangat

mepnews.id – Lithuania salah satu negara maju di Eropa. Memisahkan diri dari Uni Sovyet pada 11 Maret 1990, negeri ini memiliki wilayah darat 65.300 km2 (setara dengan Jatim + Jateng) dan populasi 2.867.725 orang (sedikit di bawah jumlah penduduk Surabaya). Posisinya di pantai timur Laut Baltik, berbatasan darat dengan Latvia di utara, Belarusia di timur dan selatan, Polandia di selatan, dan Rusia di barat daya. Di negara yang tak jauh dari kawasan Kutub Utara itu, Az-Zahra Helmi Putri Rahayu menjalani pendidikan.

Zahra, mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Airlangga, berhasil menjemput mimpi berkuliah di Vytautas Magnus University, di Lithuania, yang dijuluki Ibu Kota Kebudayaan Eropa. Ia mendapat kesempatan kuliah di luar negeri melalui program Indonesian International Student Mobility Award (IISMA) 2023. Pada 23 Agustus, ia berangkat.

Gadis asal Cirebon itu sebelumnya kerap terlibat dalam kegiatan bertaraf internasional. Ia pernah andil dalam ASEAN-Korea Youth Summit, organisasi internasional AIESEC Korea, serta banyak lainnya. Ia juga menjadi Best Delegate of Women Leadership and Education dalam ajang International Future Leaders Summit 2022.

“Persaingan meraih IISMA begitu ketat. Saya bermodal tekad dan doa. Di semester awal, saya terinspirasi oleh kakak tingkat Pauline Ciuputri yang eks-IISMA 2021. Saya merasa ada beberapa hal yang perlu saya pelajari dari dia. Maka, saya mulai mempersiapkan hal-hal yang menunjang keberangkatan IISMA,’’ ujarnya.

Zahra mengasah skill berbahasa Inggris sedini mungkin. “Pertama belajar pada papa, berdialog dan sebagainya. Lalu, sejak SD saya membiasakan diri pelan-pelan belajar storytelling. Saat kuliah saya aktif simulasi debat bahasa Inggris,’’ paparnya.

Pada program IISMA, Zahra mengambil fokus studi health sociology dan academic writing. Menurutnya, dua program itu beririsan dengan studinya di Universitas Airlangga. “Meski tidak ada keharusan linear, tapi saya mendalami ilmu itu. Terlebih, peminatanku di epidemiologi,” ujarnya.

Lewat IISMA, ia mendapat empat tawaran mata kuliah. Dua sudah dipastikan, dua studi lainnya masih menyusul. Ya, karena pada satu minggu pertama di Lithuania, ia masih belajar adaptasi.

Mengenalkan seni tradisional Indonesia ke Eropa.

Salah satu adaptasi besar yang ia lakukan adalah dengan alam lingkungan sekitar di negeri gletser (bongkahan es mengalir). “Bagi orang sini, suhu -20 derajat masih masuk kategori hangat. Bagi saya, 16 derajat saja sudah terasa dingin sekali,’’ ujarnya.

Ia juga terkesan dengan kesopanan para pengguna jalan yang menggunakan transportasi. Dalam jarak kurang dari empat meter, pengendara langsung berhenti untuk mempersilahkan pejalan kaki. Ia mengalami sendiri karena mobilitasnya jalan kaki 13.000 langkah setiap hari dari asrama menuju kampus.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, Zahra mengatakan, “Kita perlu belajar memadukan berbagai kesulitan hidup, mengharmonikan naik-turunnya perjalanan dengan rute panjang. Kuncinya; openness and eagerness to learn, to experience everything. Program IISMA ini wadah bertumbuh dan mengasah kemampuan akademik maupun ketahanan mental. Maka saya harus berani melakukan hal baik,’’ tuturnya.

Facebook Comments

Comments are closed.