Lulus tanpa Skripsi berkat Menangi Penghargaan Film Internasional

mepnews.id – Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Chu Livia Christine Wijaya, Muhammad Ammar Nashshar Yusuf, dan Kiki Rahma Ardiansyah, melahirkan film pendek ‘Tidak Mati, Aku Tetap Menjadi Milikku Selalu.’ Film ini meraih penghargaan Honorable Mention dalam ajang Student World Impact Film Festival (SWIFF) 2023, di Amerika Serikat, yang diikuti 120 negara dan berlangsung secara daring pada Juli 2023. Film ini yang judulnya bahasa inggrisnya ‘Not Dead, I Remain Mine Always’ itu juga masuk seleksi di Lift-Off Filmmaker Sessions by Lift-Off Global Network 2023.

Menariknya, film itu membuat ketiga pembuatnya lulus dari jurusan Ilmu Komunikasi UMM lewat jalur non-skripsi dan jalur prestasi.

“Senang dan bersyukur. Lewat penghargaan ini film kami dihargai dan diakui oleh dunia. Ini juga pembuktian bahwa anak UMM bisa berprestasi di taraf internasional. Pihak UMM juga mengapresiasi dengan memberikan kelulusan lewat jalur non-skripsi,” ungkap Chuli, sapaan akrabnya Chu Livia Christine Wijaya.

Chuli menjelaskan, film itu tentang perempuan muda bernama Sukma (14 tahun) yang dijodohkan orang tuanya dengan orang kaya dari kota. Seminggu sebelum hari pernikahan, Sukma mencari cara agar terhindar dari pernikahan yang tidak diinginkan. Pilihannya antara menunggu waktu kematiannya atau mencoba lari dari kematian.

“Sebagai anak perempuan yang memiliki kesempatan bersekolah dan berpendidikan tinggi, menurut saya film ini memiliki pesan kuat dalam kasus pernikahan dini di Indonesia. Bagi sebagian pemikiran orang, pernikahan dini mungkin menyelesaikan masalah apalagi dalam aspek ekonomi. Tapi hal tersebut justru memiliki dampak negatif terhadap anak dari segi fisik hingga mental,” jelasnya lewat situs resmi umm.ac.id.

Proses produksi film ini empat hari dengan lokasi pengambilan gambar di Kota Malang, Kota Batu, Pujon Kidul dan pantai Malang Selatan. Tapi proses persiapan dari penulisan naskah sampai final draft, reading dan pencarian talent pada pra-produksi dibutuhkan waktu sebulan. Pasca produksi 4-5 bulan.

“Saya dan dua rekan sayasudah sering memproduksi film bersama teman-teman lainnya yang tergabung dalam ‘Meraki Visual.’ Alhamdulillah, film-film yang kami buat juga mendapatkan penghargaan. Misalnya film ‘Bumi’ berhasil meraih Best Director, Actor dan Views dalam ajang Indodax Short Film Festival. Film ‘Persembahan Untuk Jiwa’ berhasil meraih juara tiga dalam lomba Movie Production Club (MPC) Film Festival 2021. Film ‘Rekah’ berhasil meraih juara satu dalam lomba Yamaha Film Festival 2021. Film ‘Samparan’ masuk 15 besar Indodax Short Film Festival 2022,” terang Chuli.

Ia berharap, film ‘Tidak Mati, Aku Tetap Menjadi Milikku Selalu’ ini bisa memberikan pesan baik untuk para penonton. Ia juga berharap film tersebut bisa mendapatkan penghargaan lainnya.

“Pesan untuk teman-teman yang masih ragu untuk berkarya; coba saja dulu, coba saja dulu, mulai aja dulu, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada nasib karya yang kita buat,” pungkasnya. (Zak/Wil)

Facebook Comments

Comments are closed.