mepnews.id – Pernah dengar nama Lithuania? Jika tidak kenal, jangan minder. Ada sangat banyak orang yang juga tidak mengenal negeri di benua Eropa dekat kutub utara ini. Lebih-lebih, negeri sempit di kawasan Laut Baltik ini juga merdeka relatif belum lama yakni 1990 sesaat menjelang runtuhnya Uni Sovyet pada 1990.
Nah, di negeri itu lah Fiki Andriansah mendapat kesempatan kuliah melalui Indonesian International Student Mobility Award (IISMA). Mahasiswa S-1 Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini selama satu semester, Agustus 2023-Januari 2024, kuliah di Vytautas Magnus University (VMU), di Kota Kaunas.
Di negeri berpenduduk tak sampai tiga juta orang itu, VMU mencatatkan diri sebagai perguruan tinggi negeri yang top dengan program hubungan internasionalnya. Fiki bakal menjadi bagian dari 15% mahasiswa asing yang belajar di sana.
Bagi Fiki, Lithuania memikat karena aspek kebudayaan. Pemilihan kampus VMU juga dari program yang menurutnya menjawab pertanyaannya terkait sejarah dan budaya.
“VMU, selain baik dari segi birokrasi, masyarakatnya juga terbuka dengan orang-orang muslim. Bahkan ada masjid di kampus, biar saya gak susah nyari tempat ibadah. Di luar itu, aspek kebudayaannya menjadi daya tarik,” tambahnya.
Fiki rencananya terlibat dalam program Lithuanian Folklore, Traditions, Mythology. Salah satu yang dibahas terkait masalah kesinambungan, transformasi, atau hilangnya tradisi atau budaya tertentu.
“Ini sesuai minat saya untuk memahami perubahan budaya dan tantangan yang dihadapi tradisi-tradisi di era globalisasi. Apalagi mitologi identik dengan daerah asalku, sehingga saya bisa tahu pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya melestarikan tradisi,” kata mahasiswa kelahiran di Ponorogo itu.
Fiki juga akan terlibat dalam diskusi dan kolaborasi dengan mahasiswa internasional lainnya. Ini tentu membuka perspektif lebih luas dan memperkaya pengalaman belajarnya tentang tradisi. Ia juga akan mempelajari perubahan sosial dalam konteks modernisme, postmodernisme, kapitalisme, dan liberalisme. Pemahaman konsepsi perubahan sosial akan memberikan landasan kuat untuk menginterpretasikan dan merespons fenomena sosial yang beragam.
Fiki berharap, setelah menyelesaikan studinya di VMU, dia dapat melanjutkan dengan melakukan pengabdian masyarakat. Inisiatif itu bagian dari orientasinya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, utamanya di kampung halamannya. “Kesempatan luar biasa ini akan saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk menggali lebih banyak pengalaman, wawasan dan ilmu pengetahuan, yang bisa menjadi bekal penting buat saya pulang nanti.” (Mohammad Dian Purnama)


