mepnews.id – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo dan TNI Angkatan Udara menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengembangan Kawasan Pesisir Selatan Purworejo di Ruang Sidang Utama Rektorat, 2 April 2026. Forum ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi dalam merancang kerja sama strategis di bidang pendidikan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, pelayanan kesehatan, hingga penguatan pertahanan kawasan.
Dikabarkan situs resmi uny.ac.id, FGD ini dihadiri jajaran pimpinan UNY, pimpinan Pemerintah Kabupaten Purworejo, serta unsur TNI AU, termasuk Akademi Angkatan Udara (AAU). Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi kerja sama, memaparkan sektor-sektor prioritas yang terbuka untuk kolaborasi, serta memetakan potensi sumber daya wilayah yang dapat dikembangkan bersama.
Rektor UNY, Prof Dr Sumaryanto, menegaskan kesiapan UNY menindaklanjuti komunikasi dan inisiatif kerja sama yang telah dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo dan AAU. Ini diperkuat melalui paparan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi, Prof Soni Nopemberi PhD, yang menyoroti kawasan pesisir Purworejo memiliki nilai strategis karena didukung konektivitas ke Bandara Internasional Yogyakarta, jalur selatan trans-Jawa, serta jaringan transportasi luas.
Ke depan, sinergi diarahkan pada agenda-agenda besar yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan kawasan. Beberapa gagasan yang mengemuka antara lain pendirian program PSDKU UNY, pembangunan rumah sakit akademik, pusat pelatihan dan operasi pertahanan udara terintegrasi, serta dukungan terhadap rencana embarkasi haji. Kolaborasi dipandang dapat menjadikan kawasan ini sebagai episentrum pendidikan, kesehatan, pelayanan masyarakat, dan pertahanan yang terintegrasi.
Bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti SH, menyampaikan kerja sama ini diarahkan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan akademik; mengembangkan penelitian terapan untuk menjawab persoalan riil daerah; mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat; serta membangun sistem pemantauan pembangunan berbasis data ilmiah. Pemerintah menyatakan kesiapan mendukung kerja sama tersebut, termasuk melalui penyediaan lahan strategis agar implementasi program dapat berjalan nyata dan berkelanjutan.
Dari pihak TNI AU, Kepala Staf Komando Operasi Udara Nasional, Marsekal Muda TNI Dr Ir Purwoko Aji Prabowo MM MDS, menyampaikan kebutuhan penguatan sumber daya manusia, termasuk pendidikan Bahasa Prancis bagi perwira, penerbang, dan teknisi di AAU.
Gubernur AAU, Marsekal TNI Donald Kasenda ST SIP MM, menyambut positif rencana kolaborasi ini karena mendukung pengembangan pendidikan, juga memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya pengembangan pusat radar TNI AU di wilayah selatan sebagai langkah strategis mengatasi blindspot radar sipil yang di kawasan tersebut.
Melalui FGD ini, ketiga pihak menegaskan komitmen mengubah potensi kawasan menjadi program kolaboratif konkret. Sinergi diharapkan melahirkan model kerja sama kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan institusi pertahanan dalam mendukung percepatan pembangunan kawasan pesisir selatan Purworejo secara berkelanjutan. (Sudaryono)



POST A COMMENT.