mepnews.id – Tim riset Robotics and Intelligent Vehicle (RIVAL) dari Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) melakoni debut internasional pada ajang Australian Rover Challenge (ARCh) 2026 di University of Adelaide, Australia, lima hari yang berakhir 29 Maret 2026. Ikutserta perdana secara onsite, RIVAL ITS meraih penghargaan Best Rookie Team 2026.
Dikabarkan situs resmi its.ac.id, kompetisi ini mempertemukan 18 tim mahasiswa dari berbagai negara untuk menguji kemampuan kendaraan penjelajah (Rover) semi-otonom dalam simulasi misi eksplorasi bulan. Tim RIVAL ITS menghadirkan AEROVAL, robot rover hasil riset yang menjadi debut tim di kancah global.
Dalam babak final, terdapat empat misi yang harus dituntaskan tim peserta. Tim RIVAL ITS mencatatkan skor 17,7 poin pada misi Space Resource; 69,4 poin pada Post Landing; 54,0 poin pada Excavation & Construction; serta 29,43 poin pada Mapping & Autonomous. Total raihan 251,9 poin menempatkan tim muda ITS ini di peringkat ke-6, dengan catatan perolehan poin tertinggi pada hari ketiga kompetisi.
Keunikan AEROVAL terletak pada sistem empat roda diferensial dengan suspensi rocker bogie, yang membuat rover ini mampu menjaga keseimbangan saat melintasi permukaan ekstrem. Mekanisme ini menyerupai kendaraan eksplorasi luar angkasa yang dirancang bergerak di medan berpasir dan tidak rata. AEROVAL tangguh meski menghadapi kondisi lapangan yang sulit.
AEROVAL dilengkapi lengan robotik untuk melakukan berbagai tugas, serta sistem kendali berlapis yang menggabungkan mikrokontroler STM32 dan ESP8266 pada level dasar, dengan mini PC MSI Cubi 5 untuk pengendalian tingkat lanjut. Sistem navigasinya diperkuat kamera Intel RealSense D3455 dan LiDAR Velodyne, dengan total lima kamera ditempatkan di titik strategis. Dengan dukungan ini, operator dapat memantau pergerakan rover secara real-time layaknya mengendalikan kendaraan dari jarak jauh.
Andreas Agung Servia Pintarta, mekanik Tim RIVAL ITS, mengaku kompetisi ini menjadi pengalaman berharga untuk pengembangan teknologi ke depan. “Dari sisi teknis, berbagai kendala selama lomba akan menjadi bahan evaluasi agar sistem robot dapat lebih optimal,” papar mahasiswa Departemen Teknik Elektro ini.
Ketua Divisi Non-Teknis Tim RIVAL ITS, Karina Maheswari, menyampaikan harapannya agar tim dapat konsisten menembus kompetisi global. “RIVAL ITS adalah salah satu tim robotik termuda di kampus. Tantangannya besar. Harapannya bisa ekspansi dan meraih juara utama,” kata mahasiswa Departemen Biologi ini. (Iffah Najwa Ulya)



POST A COMMENT.