mepnews.id – Universitas Samudra (Unsam) menerima wakaf tambak (neuheun) seluas ± 12,6 hektare di Dusun Tanjung Sari, Gampong Seuriget, Kecamatan Langsa Barat. Lahan tersebut dimanfaatkan mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang akuakultur.
Dikabarkan situs resmi unsam.ac.id, penyerahan wakaf dilaksanakan di ruang rapat Unsam. Pihak pewakaf, yakni Drs Islahul Umam MKomI, resmi menyerahkan wakaf kepada Rektor Prof Dr Hamdani MT, disaksikan para pimpinan universitas.
Islahul Umam menyampaikan, wakaf ini amanah keluarga yang diniatkan sebagai amal jariyah bagi almarhumah kakaknya. Ia berharap lahan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, kepentingan pendidikan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kami melaksanakan ikrar wakaf ini dengan harapan dapat menjadi amal jariyah bagi kakak kami,” ujarnya.
Ia berharap pengelolaan lahan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam pengembangan sektor perikanan dan usaha tambak.
Prof Hamdani menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada universitas dalam mengelola wakaf tersebut. Universitas berkomitmen menjaga dan mengelola aset secara berkelanjutan agar memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan pendidikan dan keilmuan. “Alhamdulillah, Universitas Samudra menerima amanah wakaf ini dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.”
Melalui wakaf ini, Unsam berharap dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sektor perikanan di daerah sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat tentang pentingnya wakaf produktif bagi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan umat. (HumasUnsam)


