Mahasiswa USK Bangun Desa Tangguh Bencana di Genuren

mepnews.id – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan membangun desa tangguh bencana berbasis rehabilitasi lingkungan dan edukasi kebencanaan di Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Ini bagian dari Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

Dikabarkan situs resmi usk.ac.id, gabungan mahasiswa dari program-program studi Teknik Pertambangan, Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Arsitektur melakukan penelusuran jejak bencana sebagai tahap awal penyusunan peta mitigasi bencana. Kegiatan dilakukan dengan menyusuri wilayah desa untuk mengidentifikasi area sangat rawan, rawan, dan relatif aman dari potensi bencana.

Dosen Pengawas Lapangan, Ir Sofyan ST MT, Ir Pocut Nurul Alam MT dan Dr Ir Elysa Wulandari MT, kepada reje (Kepala Desa) Genuren, menjelaskan bahwa penyusunan peta mitigasi ini bagian penting dari fokus program. “Salah satu fokus utama kami adalah edukasi bencana, maka kami bersama mahasiswa berusaha menyusun peta mitigasi bencana yang dapat dimanfaatkan langsung masyarakat,” ujar Sofyan.

M. Zhiqra Al Khatami, mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan, menjelaskan peta mitigasi dirancang sebagai media edukasi visual yang mudah dipahami masyarakat desa. “Kami akan memaksimalkan fungsi peta mitigasi sebagai sarana edukasi agar masyarakat dapat memahami risiko bencana di wilayahnya secara lebih jelas dan terarah.”

Dalam prosesnya, mahasiswa melakukan pendataan jejak bencana serta pemetaan wilayah dengan berjalan kaki hingga beberapa kilometer, menyusuri kontur desa dan titik-titik yang berpotensi terdampak bencana. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dengan peralatan sederhana.

M. Tri Sulthan Nurrahman, mahasiswa Teknik Pertambangan, mengungkapkan proses pemetaan membutuhkan waktu dan tenaga tidak sedikit. “Proses pemetaan kemungkinan lama karena kami bermodalkan observasi lapangan langsung dan alat seadanya. Namun, kami tetap berupaya maksimal demi mengedukasi masyarakat yang masih awam terkait mitigasi bencana.”

Sementara itu, 50 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USK diterjunkan ke Desa Lubok Manee, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, untuk pipanisasi air bersih, perbaikan ekosistem pendidikan, hingga aksi responsif membantu warga terdampak banjir. Mereka di bawah koordinasi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FISIP USK, Maimun SPd MA.

Tim membantu Pemerintah Desa Lubok Manee melakukan input data keluarga terdampak banjir sebagai dasar pengusulan bantuan sosial (Bansos) ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Nabiel Azam, Ketua BEM FISIP sekaligus ketua rombongan, menjelaskan pendataan menyasar 250 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya rusak kategori berat dan sedang.

“Tujuan kegiatan ini memastikan masyarakat terdampak bencana memperoleh haknya secara tepat sasaran. Di sisi lain, kami ingin menumbuhkan kepekaan sosial mahasiswa agar tidak hanya hadir dalam pembangunan fisik jangka panjang, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan darurat masyarakat,” tegas Nabiel.

Proses verifikasi dan input data dilakukan secara kolaboratif melibatkan perangkat desa, perwakilan masyarakat, serta mahasiswa lapangan. Sinergi lintas unsur dilakukan untuk menjamin data yang dihasilkan benar-benar akurat, cepat, dan sesuai kondisi riil di lapangan.

Selain membangun infrastruktur vital berupa akses air bersih dan memperkuat ekosistem pendidikan, mahasiswa juga hadir sebagai jembatan birokrasi bagi masyarakat desa dalam mengakses bantuan pemerintah pusat di tengah situasi sulit pascabencana.

Facebook Comments

Comments are closed.