Unsam Berbagi MCK dan Bersih-bersih di Kawasan Bencana

mepnews.id – Universitas Samudra (Unsam) Langsa juga terjun melaksanakan aksi kemanusiaan membantu korban bencana meteohidrologi di Aceh. Program Unsam Peduli menyerahankan tandon air, sembako, serta pembangunan MCK sementara bagi masyarakat terdampak di Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Tim juga melakukan kerja bakti bersih-bersih beberapa kawasan yang sudah terbebas dari banjir atau longsor. 

Dikabarkan situs resmi unsam.ac.id, penyerahan bantuan dilakukan Minggu 4 Januari 2026 dan akan dilanjutkan di waktu mendatang.  Kegiatan ini menyasar warga yang masih tinggal di lokasi pengungsian akibat rumah yang hilang atau mengalami kerusakan berat sehingga belum dapat dihuni. Sasaran utama masyarakat Babo yang masih bergantung pada bantuan darurat. Penyediaan MCK darurat dan penampungan air bersih diharapkan mampu mencegah risiko penyakit serta mendukung pemulihan kehidupan warga secara bertahap.

Tim pelaksana kegiatan terdiri dari dosen, alumni, mahasiswa, serta relawan dari luar kampus. Dalam pelaksanaannya, tim terlebih dahulu meninjau lokasi-lokasi yang membutuhkan MCK dan penampungan air bersih, kemudian melaporkan kepada pimpinan untuk proses pembuatan dan penyaluran bantuan. Pada tahap awal, kegiatan baru dilakukan di satu lokasi, namun direncanakan berlanjut berkelanjutan ke wilayah lain. Targetnya pembangunan MCK sementara dan penampungan air bersih di lebih dari sepuluh lokasi.

Sebelumnya, program Unsam Peduli menyasar SD Negeri 1 Tualang Cut yang rusak cukup parah akibat banjir bandang di Aceh Tamiang. Kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah ini diinisiasi Rektor Prof Dr Ir Hamdani MT, dan ditindaklanjuti Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dengan melibatkan civitas akademika, khususnya mahasiswa.

Pelaksanaan kegiatan di lapangan dikoordinasikan oleh PIC PKM Tanggap Bencana, Ronald Fransyaigu, yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan terstruktur, aman, dan tepat sasaran. Tim UNSAM Peduli bersama pihak sekolah dan relawan bergotong royong membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, serta berbagai fasilitas penunjang pembelajaran yang terdampak lumpur dan material sisa banjir.

Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan fungsi sekolah agar dapat kembali digunakan sebagai ruang belajar yang aman, bersih, dan layak bagi para siswa. Pembersihan sekolah menjadi langkah awal penting dalam mendukung keberlanjutan proses pendidikan pascabencana.

Unsam juga melanjutkan PKM Klinik Belajar: Solusi Pendidikan Darurat dalam Mengatasi Disrupsi Pembelajaran Wilayah Terdampak Bencana. Program ini dirancang untuk membantu siswa sekolah yang mengalami hambatan akademik maupun psikososial pembelajaran. Unsam menghadirkan pendampingan belajar, penguatan literasi dasar, serta berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif ramah anak. 

Facebook Comments

Comments are closed.