mepnews.id – Lebih dari sebulan, dampak bencana banjir dan tanah longsor di sisi utara Sumatera masih berat terasakan. Meski demikian, perbaikan keadaan sudah mulai bisa dirasakan saat upaya pemulihan berlangsung.
Di aceh, tim Universitas Syiah Kuala (USK) pada awal tahun memulai Bakti Sosial Meuseuraya 2026 di Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini dipimpin Rektor Prof Dr Marwan dan melibatkan satuan tugas (satgas), para pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dharma wanita serta relawan.
dikabarkan situs resmi usk.ac.id, Baksos Meuseuraya difokuskan pada pembersihan masjid, penyediaan fasilitas air bersih, serta penyaluran bantuan logistik dan perlengkapan di Masjid Al Munawwarah Gampong Meunasah Bie Kecamatan Meurah Dua, Masjid Baitul Makhfirah Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu, dan Masjid Agung Tgk. Chiek Pante Geulima Gampong Meunasah Lhok Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
“Kami hadir untuk membantu semampu kami. Ini ikhtiar kecil dari kampus, semoga bisa membantu meringankan beban masyarakat terdampak,” ujar Rektor.
Sementara itu, Fakultas Kedokteran USK memperkuat layanan kesehatan primer di wilayah terdampak Siklon Tropis Senyar 2025. Program ini mempercepat pemulihan fungsi 24 Puskesmas di Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Pidie Jaya. Program dirancang sebagai jembatan dari fase tanggap darurat menuju fase pemulihan sistematis layanan kesehatan rutin pasca bencana.
Kegiatan ini diketuai Dr dr Safrizal Rahman MKes SpOT, serta melibatkan tim dosen FK dan Fakultas Keperawatan, puluhan tenaga medis dari unsur dokter, serta mahasiswa. Program ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Tim FK USK berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan jejaring klaster kesehatan untuk menyiapkan paket 12–16 item alat kesehatan non-konsumtif bagi setiap Puskesmas. Paket meliputi stetoskop, tensimeter, pulse oksimeter, timbangan bayi dan dewasa, tabung oksigen berkapasitas 40 dan 7 liter, ambu bag, nebulizer, glucometer beserta strip, doppler fetal, lemari pendingin vaksin, sterilizer medis, hingga set partus.
Nilai aset alat kesehatan yang disalurkan Rp 336.505.000,00 di Kabupaten Aceh Tamiang, Rp129.425.000,00 di Aceh Tengah, Rp103.540.000,00 di Bener Meriah, dan Rp51.770.000,00 di Pidie Jaya. Kegiatan dilaksanakan pada 15–28 Desember 2025 melalui lima tahapan utama, yaitu sosialisasi dan koordinasi, pengadaan dan penyiapan logistik, distribusi dan serah terima aset, pelatihan serta pendampingan awal tenaga kesehatan, serta evaluasi dan dokumentasi.
Rektor Prof Marwan mengapresiasi dukungan donatur sekaligus menegaskan komitmen USK berkontribusi di masa rehabilitasi dan rekondisi. Rektor sangat mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam upaya penanganan bencana.
Setidaknya, ada 42 lembaga, perusahaan, universitas, dan organisasi kemasyarakatan yang mendonasikan dananya melalui Rumah Amal USK. Lebih seratus individu menitipkan donasinya ke Rumah Amal USK. Untuk itu, Rektor menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan.


